Pemuliasaraan Eka Mayasari (facebook.com/Komunitas Mualaf Jogja)
Dream - Eka Mayasari, mualaf asal Riau ditemukan tewas mengenaskan di kamar kost yang berlokasi di Jalan Janti 62 Karang Jambe, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 2 Mei 2015 lalu. Dia menjadi korban pembunuhan oleh pelaku yang hingga saat ini masih belum diketahui identitasnya.
Eka dikenal sebagai sosok yang tidak kenal kata menyerah. Kisahnya mengharukan. Dia berusaha untuk bisa mandiri dengan berdagang di angkringan.
Eka pun pernah mengalami kondisi yang sangat kritis ketika ia terkena virus yang menyerang tulang belakangnya. Hal itu membuatnya lumpuh total lebih dari setahun.
Untuk bisa sembuh, dua ruas tulangnya harus dibuang melalui operasi. Dokter pun sangsi kondisi Eka bisa pulih seperti sebelumnya.
Tetapi, Allah berkehendak lain. Eka kembali bisa berjalan meski struktur tulang belakangnya sudah hilang dua ruas.
Untuk mengetahui kisah Eka lebih dalam, selengkapnya di sini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah