Osama Saleh (New York Daily News)
Dream - Seorang pria asal Yaman yang bekerja di Amerika Serikat mendapatkan kompensasi sebesar U$4,7 juta setara Rp55,5 miliar, setelah menang gugatan di pengadilan federal New York.
Gugatan yang diajukan pria bernama lengkap Osama Saleh itu berawal dari ulah seorang petugas keamanan toko pakaian perempuan, Pretty Girl di Knickerbocker Avem Brooklyn, New York.
Gara-gara bernama depan Osama, dia dilecehkan si petugas yang juga rekan kerja, dengan menyebutnya sebagai Saleh bin Laden, mengacu pada sosok pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden.
Tak hanya dilecehkan, penjaga keamanan bernama James Robinson juga menyerang Osama. Dia juga menekan Osama agar kembali ke Yaman. Akibat diserang itu, Osama mengalami luka di bagian wajah, di mana tulang pipinya retak.
" Dipanggil teroris dan Bin Laden adalah sebuah penghinaan terhadap saya dan ras saya," komentar Saleh kepada New York Daily News dikutip Islam.ru, Senin 16 Juni 2014. Putusan pengadilan memenangkan gugatan Osama pada Jumat pekan lalu.
Victor Lavy, wakil presiden dari toko pakaian di mana Osama Saleh bekerja, telah bersaksi bahwa ia tidak pernah menyebut Saleh bin Laden untuk memanggil Osama. " Itu bukan nama yang buruk," kata Lavy, mengacu pada nama Osama.
Namun, Robinson berpendapat, tindakan petugas keamanan yang memanggil nama Osama dengan Osama Saleh bin Laden merupakan tindakan tidak pantas dan juga melanggar kode etik perusahaannya.
Sebelumnya, pengadilan federal di Detroit juga memenangkan gugatan seorang pria muslim bernama Ali Aboubaker. Dia juga menerima kompensasi sebesar US$ 1,2 juta (Rp14 miliar) pada Februari 2014.
Ali mengklaim disebut teroris di tempat kerjanya, Washtenaw County, selama 17 tahun. Namun, County membantah terjadi diskriminasi terhadap Aboubaker dan siap mengajukan banding atas putusan pengadilan. (Ism)