Heboh Pengungsian Bencana Semeru Jadi Lokasi Syuting Sinetron

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 23 Desember 2021 15:00
Heboh Pengungsian Bencana Semeru Jadi Lokasi Syuting Sinetron
Warganet ngamuk dan mengecam proses syuting yang dinilai tidak punya nurani.

Dream - Sebuah video proses syuting salah satu sinetron menimbulkan kegeraman publik. Ini lantaran proses syuting dijalankan di lokasi yang patut yaitu pengungsian bencana awan panas guguran Semeru.

Video tersebut tersebar ke berbagai platform digital. Bahkan sejumlah akun Instagram turut menunggah video itu.

Salah satu video memperlihatkan adegan pelukan antara sepasang pria dan wanita. Mereka dikelilingi tenda-tenda pengungsian yang resmi didirikan sejumlah institusi seperti Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Terlihat pula sejumlah kru di lokasi dan warga di pengungsian yang menyaksikan pengambilan gambar. Adegan itu kabarnya akan tayang di salah satu stasiun televisi swasta.

 

1 dari 3 halaman

Tak Punya Nurani

Video ini ramai dikecam warganet. Banyak dari mereka menyebut tim produksi sudah kehilangan nurani.

Salah satu kecaman datang dari relawan. Mereka tidak terima dengan kelakuan tim produksi yang begitu tega memanfaatkan penderitaan pengungsi.

" Bencana bukan drama. Ketika kami relawan lokal, yang tidak punya nama untuk membantu saudara sendiri penuh dengan drama. Sekarang lokasi pengungsian justru dijadikan lokasi syuting sebuah drama. Ini bencana bukan drama, jangan jadikan bencana sebuah drama," tulis warganet.

" Rating di atas Nurani. Kelakuannya Rezim Lumajang gak pokroh blas (nggak patut), Mbok yo ngenteni kabeh mari dan tuntas (Tunggu dulu semua selesai dan tuntas). Ojo (jangan) memanfaatkan keadaan dan kondisi demi rating TV," tulis warganet.

 

2 dari 3 halaman

Penjelasan Rumah Produksi

Pengambilan gambar tersebut ternyata untuk kebutuhan sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda (TNTM). Sinetron tersebut merupakan garapan rumah produksi PT Verona Indah Picture.

Menanggapi hal ini, Line Produser Verona, Dwi Sunarno Lobo, menerangkan sinetron tersebut menceritakan karakter Amanda (Rebecca Tamara) yang berprofesi sebagai pemilik yayasan kemanusiaan. Sehingga, dia menilai sangat relevan jika adegan diambil di lokasi pengungsian.

" Maka sangat relevan jika tokoh Amanda ini melakukan tugas kemanusiaan sebagai relawan di lokasi pengungsi erupsi Semeru," kata dia.

Dwi juga mengatakan syuting tidak hanya dilakukan di tempat pengungsian. Ada beberapa tempat lain yang juga jadi seting pengambilan gambar.

" Tapi juga di tempat pariwisata di Lumajang, salah satunya pantai di Lumajang," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Satgas Semeru: Mereka Melanggar Prosedur

Sementara, Komandan Pusat Pengendali Operasi Satgas Semeru, Mayor Infantri Muhammad Thohir, menyatakan pihaknya tidak menerima laporan maupun koordinasi dari rumah produksi tersebut. Meski begitu, dia mendapat kabar kegiatan pengambilan gambar itu sudah mendapat ACC atau persetujuan dari Bupati Lumajang.

" Saya menerima info itu, infonya ACC Pak Bupati, disposisi Pak Bupati itu setuju, tapi dalam keterangan harus melapor ke Dansatgas," ucap dia.

Thohir menilai tim produksi telah melanggar prosedur. Ini lantaran kewenangan operasi di masa tanggap darurat ada pada Satgas Semeru.

" Yang bersangkutan (kru sinetron, red) belum melapor ke dansatgas. Ini prosedur yang disalahi oleh yang bersangkutan. Kewenangan dansatgas yang bersangkutan wajib harus melapor," kata dia.

Thohir mengaku sudah memanggil tim produksi. Tetapi, belum ada satupun perwakilan dari tim produksi yang memenuhi panggilannya.

" Mereka mencoba untuk mengedit, tapi tidak seperti itu, seharusnya mereka melapor dulu apa yang dilakukan, apa yang dikerjakan, termasuk kira-kira langkahnya apa," ucap dia, dikutip dari Warta Bromo.

Beri Komentar