© 2026 Helikopter SAR (Pexels.com-Jeffry Surianto)
DREAM.CO.ID - Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus dilakukan, Kamis 10 September 2026. Tim pencari mengoperasikan satu helikopter untuk membantu operasi pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 itu diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pukul 12.36 WIB. Pesawat direncanakan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pukul 12.52 WIB sebelum menjalankan rute operasi yang meliputi JIExpo Kemayoran, Pantai Carita, BPBD Banten, kemudian kembali ke helipad atau JIExpo Kemayoran.
Pengerahan dukungan udara menjadi bagian dari upaya memperluas pemantauan di wilayah operasi SAR. Dari udara, tim dapat membantu mengamati area pencarian di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau yang sulit dipantau hanya dari jalur laut.
Helikopter tersebut membawa tujuh personel, yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
Operasi SAR dilakukan setelah speedboat yang ditumpangi lima jurnalis beserta seorang pemandu dan dua kru kapal dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda pada Senin 7 Septeember 2026. Hingga kini, mereka masih dalam pencarian.

Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama unsur SAR gabungan terus mengerahkan berbagai sarana dan metode untuk menemukan mereka. Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama seluruh unsur SAR gabungan masih berupaya menemukan delapan orang tersebut.
Kelima jurnalis yang hilang kontak itu adalah M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Selain kelima jurnalis, terdapat tiga orang lain di atas speedboat tersebut. Mereka adalah nahkoda, anak buah kapal, dan seorang guide.
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang. Mereka bertolak sekitar pukul 14.00 WIB, Senin 7 September 2026. Mereka menuju kawasan Anak Krakatau untuk meliput aktivitas gunung yang sedang erupsi tersebut.
Sekitar 42 menit setelah berangkat, salah seorang anggota rombongan mengirimkan posisi kepada jurnalis di Lampung. Kala itu, rombongan disebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terputus pukul 15.04 WIB. Lokasi terakhir yang diketahui berada di titik koordinat 6°14'40.52" S 105°40'49.48" T. Sejak saat itu, keberadaan mereka belum dapat dipastikan.
Advertisement
HAARP, Pertemuan Prabowo-Vladimir Putin, dan 6 Gunung Erupsi

Sisik Ikan Masuk Gelas, Jalan Baru Ekonomi Sirkular

Dari Ring Tinju, Pekan Ini Manny Pacquiao Masuk Kabinet Filipina

Tumpukan Sampah Acara Ideafest 2026 Ternyata Diolah dengan Ekonomis

Ideafest 2026, Serunya Eksplorasi Ide di Rumah Indofood


7 Aturan Parenting yang Tidak Harus Selalu Diikuti dan 3 Hal yang Wajib Diterapkan Orangtua

Apa Sebenarnya Gurah Itu dan Seberapa Efektif untuk Sembuhkan Tenggorokan?


Apa yang Terjadi pada Tekanan Darah Jika Sering Makan Tengah Malam

Kenapa Tidur Siang Justru Bikin Badan Lemas dan Mood Berantakan Saat Bangun?

HAARP, Pertemuan Prabowo-Vladimir Putin, dan 6 Gunung Erupsi

Berapa Lama Kulkas Tetap Dingin Saat Listrik Mati? Ini Penjelasan dan Batas Amannya