Pencipta Superhero Islam `The 99` Terancam

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 5 Juli 2014 07:07
Pencipta Superhero Islam `The 99` Terancam
Pencipta superhero Islam, The 99, Nayef Al-Mutawa menegaskan baru akan berhenti membuat komik jika dianggap menyinggung agama sendiri.

Dream - Niat untuk memperkenalkan superhero muslim lewat `The 99` yang dirancang Nayef Al-Mutawa ternyata tak sepenuhnya disambut baik. Sekelompok pemberontak dari Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) dilaporkan telah menyerukan pembunuhan terhadap pencipta serial komik Islam tersebut.

Dalam serangkaian posting Twitter yang ditulis dalam bahasa Arab dan dikutip oleh Kuwait Times, ISIL menuding komik superhero itu telah menghujat Islam karena meniru 99 nama Allah.

Serial ini diciptakan pada tahun 2007 oleh psikiater berkebangsaan Kuwait Dr Nayef Al Mutawa, yang sekarang tinggal di Amerika Serikat.

" Tidak ada kebaikan dalam diri kita jika ia tetap hidup selama lebih dari tiga hari," seru posting kedua. Sementara yang lain mengatakan, " Siapa yang bisa membunuh Nayef Al-Mutawa yang mengolok-olok nama Allah."

Al Qaeda juga dilaporkan mendukung upaya untuk membunuh Al-Mutawa ini, meski kedua kelompok ini saling berseberangan satu sama lain.

Menanggapi ancaman tersebut, Al Mutawa menjawab, profesinya selama ini telah memuliakan Islam dari AS ke China selama sepuluh tahun terakhir. " Saya benar-benar tidak percaya pada ISIL dan Qaeda. Saya tidak peduli tentang mereka," ujarnya seperti dikutip dari laman Arabianbusiness, Sabtu, 5 Juli 2014.

Dalam wawancaranya melalui telepon dengan harian Kuwait berbahasa Arab Al Watan, Al Mutawa mengatakan tengah berencana menuntut secara hukum para pemilik akun Twitter yang memposting tentang panggilan untuk membunuhnya.

Al-Mutawa membela karya komik superhero serialnya, The 99, sebagai karya seni kemanusiaan. Dirinya juga telah menerima izin dari para ulama, yang mengatakan bahwa komik ciptaannya itu tidak menghina Allah atau Islam, Kuwait Times melaporkan.

" Saya tidak akan melanjutkan komik tersebut jika dianggap menyinggung agama saya sendiri," cetus Al-Mutawa. (Ism)

Beri Komentar