Fakta-fakta Peluru yang Menembus Ruang Kerja Anggota DPR

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 15 Oktober 2018 18:39
Fakta-fakta Peluru yang Menembus Ruang Kerja Anggota DPR
Tidak terkait Undang-undang Terorisme.

Dream - Polisi memastikan proyektil yang menembus ruang kerja anggota dewan di lantai 13 dan 16 Gedung DPR RI merupakan peluru nyasar. Peluru itu berasal dari senjata anggota Perbakin yang tengah melakukan latihan menembak di Senayan.

" Ada yang latihan menembak di Perbakin, yang kemudian pelurunya nyasar ke gedung DPR," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.

Penyelidikan insiden ini tak butuh waktu lama. " Dalam hitungan jam orang yang melakukan peluru nyasar pistolnya sudah ada untuk diproses secara hukum," tambah Setyo.

Setyo menjelaskan, anggota Perbakin yang pelurunya nyasar ke ruangan anggota Fraksi Gerindra, Wenny Warrow, dan fraksi Golkar, bambang Heru Pramono, itu berinisial I. Berasal dari Tangerang.

" Ini akan kami serahkan ke Perbakin. Jadi bukan terorisme, terkait goalnya UU terorisme tidak ada kaitannya," ucap dia.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, mengatakan, I saat ini sudah dibawa ke Mapolda Mentro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.

" Terkait proses hukum kami akan bawa ke Polda Metro Jaya. Kami bersyukur tidak ada korban," ujar Nico.

Selain itu, Ketua DPR, Bambang Soesatyo, meminta Perbakin lebih memperhatikan keamanan lagi. Karena, apabila hal ini terulang khawatir dapat menimbulkan korban.

" Kami meminta pengurus kawasan Perbakin, untuk menambah lagi penghalang atau baja. Kami beryukur tidak ada korban," kata Bambang.

1 dari 1 halaman

Detik-detik Ruangan Anggota DPR Ditembak, Hampir Kena Kepala Pendeta

Peluru nyasar yang mengarah ke anggota DPR nyaris memakan korban. Sosok yang nyaris menjadi korban yaitu Pendeta Hesky Roring dan perwira kepolisian AKBP Ronal Rumondor.

Ilustrasi

Peluru yang melesat, kata Wenny, hanya berjarak 10 sentimeter dari kepala pendeta Hesky.

" Kami bertiga baru ngobrol 2-3 menit kaca meledak lihat ada pecahan, kemudian dia lihat ada bocor di plafonnya, kemudian saya disuruh tiarap. Itu singkatnya," ucap Wenny.

Peluru nyasar itu, tambah dia, mengakibatkan jendela ruang kerjanya pecah. Selain itu peluru juga mengakibatkan plafonnya bolong.

" Tembusan ke plafonnya itu sempurna banget jadi betul-betul tembakan yang profesional," ujar dia.

Dia menduga, peluru itu berasal dari Gedung Kompas. " Kemiringannya arah mungkin dari sebelah Gedung Kompas pelurunya datang. Karena dari Perbakin sudah lihat perkenaannya dan tembusan kaca yang lobangnya," kata dia.

Beri Komentar