Investigator: 90% Pemicu Jatuhnya Pesawat Rusia Karena Bom

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 9 November 2015 14:01
Investigator: 90% Pemicu Jatuhnya Pesawat Rusia Karena Bom
Ini didasarkan pada rekaman suara kokpit dalam kotak hitam.

Dream - Para penyelidik menyatakan 90 persen pesawat milik maskapai Rusia, Kogalymavia, yang jatuh di kawasan perbukitan Sinai, Mesir beberapa pekan lalu, akibat ledakan bom. Pendapat ini didasarkan pada rekaman suara kotak hitam pesawat tersebut yang telah diunduh.

Para investigator insiden menyatakan mendengar bunyi ledakan akhir rekaman suara di kokpit yang diduga berasal dari bom. Pesawat jenis Airbus A320 itu jatuh setelah 23 menit terbang dari resort wisata Sharm al-Sheikh dan menewaskan 224 penumpang serta kru menuju St Petersburg, Rusia.

" Indikasi dan analisis sejauh ini pada suara dalam kotak hitam yang terindikasi merupakan bom. Kami 90 persen yakin itu bom," ujar salah satu anggota investigator yang tidak berkenan disebut namanya kepada Reuters, dikutip dream.co.id dari huffingtonpost.com, Senin, 9 November 2015.

Pernyataan ini semakin memperkuat kepastian penyebab jatuhnya pesawat itu yang sudah diungkapkan oleh tim investigator kepada masyarakat.

Kepala tim investigasi Ayman al-Muqaddam pada Sabtu pekan lalu mengatakan pesawat tampaknya sudah hancur saat berada di udara, yang saat itu terbang dengan mode autopilot. Terlebih terdengar suara seperti ledakan di akhir rekaman suara pada kokpit.

Namun, Ayman kala itu mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat.

Sebelumnya, kelompok ekstrimis Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menyatakan bertanggungjawab atas kejatuhan pesawat Rusia ini. Hal ini membawa dampak buruk lebih besar terhadap industri pariwisata Mesir selain akibat kekacauan politik yang terjadi di sana, yang menyebabkan Rusia, Turki, dan sejumlah negara kawasan Eropa memutuskan untuk tidak lagi mengadakan penerbangan ke Sharm al-Sheikh.

Beri Komentar