Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung Hasil Uji Klinis, BPOM dan MUI

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 14 Desember 2020 07:01
Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung Hasil Uji Klinis, BPOM dan MUI
Vaksin yang sudah tiba di Indonesia belum dapat digunakan dalam waktu dekat.

Dream - Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 Sinovac yang dipesan Pemerintah telah tiba. Tetapi, vaksin tersebut belum bisa digunakan untuk vaksinasi.

Juru bicara vaksin Covid-19, dokter Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan kepastian kapan vaksinasi dapat dijalankan.

Karena saat ini Pemerintah sedang menunggu hasil uji klinis tahap 3 serta proses di Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Majelis Ulama Indonesia.

" Kita belum sampai tahap ke sana (vaksinasi) karena tergantung hasil uji klinis tahap tiga, persetujuan dari BPOM, dan kehalalan dari MUI," ujar Nadia dalam diskusi virtual bertajuk Setelah Vaksin Datang.

 

 

 

1 dari 4 halaman

Bertahap

Menurut Nadia, jika proses di BPOM selesai akan keluar Emergency Use Authorization (EUA). Izin ini bergantung dari hasil uji klinis.

" Jadi kalau kita masih mengingat Kepala BPOM mengestimasi akhir Januari, tapi ini tergantung dari hasil uji klinis,"

Setelah UEA terbit, proses belum selesai. Proses selanjutnya berada di MUI.

" Jika sudah tepat, nantinya akan diteruskan ke BPOM dan MUI," kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Pemerintah Belum Tetapkan Harga Vaksin Covid-19

Dream – Kedatangan vaksin dan rencana vaksinasi Covid-19 telah menarik perhatian masyarakat. Meski demikian, pemerintah menyatakan hingga saat ini harga vaksin Covid-19 belum ditetapkan.

“ Pemerintah belum menetapkan harga dari vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi, di Jakarta, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Minggu 13 Desember 2020.

Siti mengatakan informasi yang beredar di kalangan masyarakat tak bisa dijadikan rujukan. Dia mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi pemerintah tentang vaksin dan vaksinasi Covid-19.

“ Informasi resmi akan dapat diakses di situs kemkes.go.id dan covid19.go.id,” kata dia.

Siti juga menyebut ada enam vaksin yang akan digunakan di Indonesia untuk vaksinasi Covid-19. Keenam vaksin tersebut yaitu produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer/BioNTech, dan Sinovac.

“ Kehadiran dan penggunaannya dalam program vaksinasi di Indonesia masih dinamis mengikuti proses pengadaan dan izin penggunaannya,” kata dia.

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat. 

3 dari 4 halaman

Layanan Pre-Order Vaksin Covid-19 Mandiri Belum Tersedia

Dream - Kabar mengenai layanan pre-order vaksin Covid-19 mandiri tengah merebak di media sosial. Hal ini menyusul telah tibanya 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac di Indonesia.

Juru Bicara PT Bio Farma, Bambang Heriyanto, menyatakan pihaknya belum menyediakan layanan pre-order vaksin Covid-19 mandiri dalam bentuk apapun baik untuk keperluan fasilitas kesehatan maupun perorangan. Menurut dia, saat ini pemerintah masih menyusun skema pelaksanaan vaksinasi Covid-19 baik melalui program maupun mandiri.

" Saat ini, Bio Farma masih mengembangkan sistem yang akan digunakan untuk pemesanan pre-order vaksinasi Covid-19 khususnya untuk jalur mandiri," ujar Bambang melalui keterangan tertulis diterima Dream pada Minggu, 13 Desember 2020.

Bambang menegaskan hingga saat ini belum ada ketentuan teknis dari pemerintah yang mengatur layanan pre-order. Bahkan pelaksanaan vaksinasi sendiri masih belum ditentukan.

" Yang terpenting adalah pelaksanaan vaksinasinya sendiri tetap menunggu izin penggunaan dari Badan POM," kata Bambang.

4 dari 4 halaman

Minta Tunggu Petunjuk Pemerintah

Untuk penyediaan layanan vaksinasi Covid-19 bagi rumah sakit, klinik, maupun fasilitas kesehatan, kata Bambang, masih dalam proses pendaftaran dan verifikasi. Hal itu berlaku untuk jalur mandiri melalui asosiasi-asosiasi resmi.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan pihaknya memahami adanya inisiatif dari masyarakat yang berminat vaksinasi sehingga membuat persiapan sedari awal. Meski begitu, Bio Farma mengimbau penyedia layanan kesehatan menunggu pengumuman resmi pemerintah.

" Terkait petunjuk teknis pelaksanaan pemesanan pre-order vaksinasi Covid-19 jalur mandiri," ucap Bambang.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar