Penyerahan Bantuan Untuk Warga Gaza (Kemenag)
Dream - Jamaah Masjid Istiqlal, Jakarta, menyerahkan bantuan sebesar Rp 1 miliar untuk warga Gaza Palestina. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan melalui Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin kepada Ketua Presidium MER-C, Henry Hidayatullah usai Salat Jumat.
Dikutip Dream.co.id dari laman resmi Kementerian Agama, penyerahan bantuan ini dilakukan setelah salat Jumat, 15 Mei 2015. Penyerahan bantuan untuk rumah sakit di Gaza ini juga dihadiri oleh Dute Besar Palestina untuk Indonesia dan ribuan jamaah Masjid Istiqlal.
Dalam pernyataannya, Lukman Hakim mengatakan hubungan baik masyarakat Indonesia dengan Palestina sudah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia. Palestina adalah negara pertama yang memberikan dukungan kemerdekaan Indonesia melalui Mufti Palestina, Syekh Muhammd Amin Al Khusaini yang saat itu sedang mengungsi di Berlin, Jerman.
“ Sejak saat itulah, banyak dukungan dari negara-negara di Timur Tengah untuk kemerdekaan Indonesia,” kata Lukman Hakim Syaifuddin.
Lukman menambahkan, pada tahun 1948, tokoh Palestina, Syekh Ali Tahir, banyak memberikan bantuan pendanaan kepada para pejuang Indonesia. “ Syekh Ali Tahir lah yang menggalang pengumpulan dana yang diserahkan kepada pejuang Bangsa Indonesia,” tutur dia.
Sehingga, bantuan yang diserahkan kali ini merupakan wujud persaudaraan antara bangsa Indonesia dengan Palestina. “ Inilah bagian dari keterkaitan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Palestina, mereka adalah saudara-saudara kita,” imbuh Lukman. (Ism)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak