Jepang Temukan Varian Baru Covid-19 Asal Afrika Selatan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 4 Januari 2021 07:00
Jepang Temukan Varian Baru Covid-19 Asal Afrika Selatan
Jepang mendeteksi adanya varian virus Corona baru asal Afrika Selatan.

Dream - Pada Senin lalu, 28 Desember 2020, Jepang mendeteksi adanya varian virus Corona baru asal Afrika Selatan. Kasus ini menjadi kasus penemuan pertama di Jepang setelah ditemukannya selusin kasus varian virus Corona baru asal Inggris.

Dikutip dari Merdeka.com, Rabu 30 Desember 2020, menurut keterangan Kementerian Kesehatan Jepang, seorang wanita berusia 30 tahun yang tiba di Jepang pada 19 Desember 2020, diidentifikasi telah terinfeksi varian baru virus Corona.

Otoritas kesehatan Afrika Selatan mengatakan, varian tersebut mungkin jadi penyebab adanya lonjakan infeksi baru di Jepang.

Akibat munculnya kasus tersebut, pemerintah Jepang mulai Senin, 28 Desember 2020 melarang wargan negara asing non-residen untuk masuk ke wilayahnya.

1 dari 3 halaman

Imbauan untuk Tetap Waspada

Perdana Menteri Yoshihide Suga mendesak penurunan kasus jelang libur tahun baru. Menurutnya, saat ini rumah sakit sedang kekurangan tenaga kesehatan dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada meski vaksin meski vaksin sudah ditemukan.

" Tidak ada bukti vaksin tidak efektif melawan varian baru ini. Tetapi langkah untuk menekan perebaran masih dibutuhkan," jelas Suga.

" Virus tidak mengenal liburan akhir tahun. Saya meminta setiap menteri untuk meningkatkan urgensi mereka dan melakukan tindakan cepat melawan virus ini," katanya dalam pertemuan tetang tanggapan virus Corona, dikutip dari merdeka.com.

 

2 dari 3 halaman

Terkait Pembatasan Negara

Meski saat ini Jepang telah melakukan berbagai upaya untuk menekan persebaran kasus, seorang pelancong bisnis Jepang yang baru terbang dari India mengungkapkan pendapatnya terkait perbatasan.

" Meskipun Jepang sedang melakukan sesuatu untuk melawan varian tersebut, hingg akini masih ada laporan kasus di Jepang," kata Seiji Oohira.

" Jadi saya pikir lebih baik untuk memperketat pebatasan sedikit lebih jauh."

 

3 dari 3 halaman

Kondisi Jepang Saat Ini

Diketahui hingga hari ini Jepang tengah menghadapi gelombang ketiga infeksi virus Corona baru. Kasus harian mencapai rekor 3.881 pada Sabtu, 26 Desember 2020 menurut berita harian NKH.

Jumlah kematian mencapai titik tertinggi semenjak pandemi Covid-19 menyerang jepang yakni sebesar 64 jiwa, pada Jumat 25 Desember 2020.

Salah seorang mantan menteri transportasi Yuichiro Hata, dan putra mantan Perdana Menteri Tsutomo Hata, meninggal akibat terpapar Covid-19 pada Minggu, 27 Desember 2020 lalu.

Sumber: merdeka.com

 

Beri Komentar