Ibrahim Abdul Rahim, Penjual Nasi Briyani Sangat Murah (Asia One)
Dream - Nasi Briyani merupakan salah satu menu khas jika berkunjung ke Malaysia. Meskipun sebenarnya menu ini diadaptasi dari India.
Umumnya, satu piring Nasi Briyani di Malaysia dijual paling murah seharga 3 ringgit, setara Rp10 ribu. Tetapi, harga ini tidak berlaku di kedai makan Baen Cafe di Jalan Pondok Upeh, Balik Pulau, Pulau Pinang, Malaysia.
Kedai ini menyediakan sepiring Nasi Briyani dengan harga sangat murah. Hanya dengan 10 sen, setara Rp350 saja, sepiring Nasi Briyani bisa disantap.
Pemilik kedai, Ibrahim Abdul Rahim, 37 tahun, mengakui harga makanan yang dijualnya memang terlampau murah. Dia punya alasan sendiri mengapa mematok harga serendah itu.
" Saya hanya ingin makanan saya bisa dijangkau semua orang," kata Ibrahim, dikutip dari Asia One.
Pria ini meyakini orang yang makan di luar rumah laik mendapatkan makanan yang memuaskan. Serasa di rumah sendiri.
" Jadi harapan saya adalah mereka tidak pernah merasa terbebani ketika membayar makanan yang sudah disantap," kata dia.
Ibrahim juga menyediakan sejumlah pelengkap makanan seperti lauk dan sebagainya. Meski begitu, dia menjamin harganya jauh di bawah harga pasar.
Contohnya, sepotong ayam dia jual dengan harga 3,5 ringgit, setara Rp12 ribu dan kari kepala ikan baramundi seharga 5 ringgit, setara Rp17 ribu. Harga-harta tersebut cenderung lebih murah dibandingkan kedai makan lainnya.
Dalam sehari, Ibrahim mengaku memiliki pelanggan sekitar 400 orang. Dia membuka kedainya mulai pukul 9 pagi hingga 4 sore waktu setempat.
" Kebanyakan pelanggan saya adalah para buruh dengan pendapatan rendah dan para pelajar, dan kedai saya selalu penuh saat makan siang," kata Ibrahim.
Tiap hari, Ibrahim menyiapkan dua termos besar Nasi Briyani. Dia juga menyediakan Nasi Tomat dengan harga sama dan selalu habis.
" Jika sampai kehabisan, saya langsung memasak lagi," kata dia.
Usaha yang dijalankan Ibrahim ini merupakan warisan dari ayahnya dan sudah berjalan selama 15 tahun. Dia sempat berdagang di sebuah kios sebelum pindah di dekat kampus Perguruan Tinggi Mara pada Mei tahun lalu.
" Selama tiga tahun sebelum saya di sini, saya biasa memberikan nasi gratis. Tetapi, kebanyakan pelanggan merasa malu jika tidak membayar. Jadi saya beri harga 10 sen saja tiap piring," kata dia.
Salah satu pelanggan, Abdul Majid, terkesan dengan hidangan yang tersedia di Baen Cafe. Sebab, harganya lebih murah 50 persen dari kedai makan lainnya.
" Makanan harapan, (kualitasnya) benar-benar di atas rata-rata. Ini sangat cocok dengan para pengunjung yang akrab dengan masakan gaya kampung Melayu," ucap Abdul.
Advertisement

Perempuan di Balik McDonald’s Indonesia: Dua Kisah, Satu Komitmen untuk Tumbuh dan Berdampak
Penampilan Alya Zurayya di Acara Dream Day Ramadan Fest 2023 Day 6


Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian
