Kalimat Majemuk Setara (Foto Ilustrasi: Unsplash.com)
Dream - Dalam mempelajari bahasa Indonesia, sahabat Dream tentu akan belajar tentang kalimat majemuk yang salah satunya berupa kalimat majemuk setara. Nah, kalimat majemuk setara adalah hubungan antar klausa yang sifatnya setara atau sejajar. Di mana klausa yang satu bukanlah bagian dari klausa lainnya.
Kalimat majemuk setara disebut juga dengan kalimat majemuk koordinatif. Dalam membuat kalimat ini ada beberapa kata hubung yang kerap digunakan, misalnya seperti, dan, atau, tetapi, sedangkan, lalu, dan kemudian.
Untuk mempermudah sahabat Dream dalam memahami tentang kalimat majemuk setara ini, penting untuk memahami terlebih dahulu tentang apa itu klausa. Karena klausa sendiri berbebda dengan kalimat. Perbedaan keduanya ditandai dengan tanda baca. Selain itu, keberadaan klausa akan menjadi sebuah kalimat jika di akhirnya terdapat tanda baca.
Untuk mengetahui secara lebih jelas tentang kalimat majemuk setara serta contoh kalimatnya, berikut sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.

Untuk bisa mendeketsi apakah suatu kalimat termasuk dalam kalimat majemuk setara atau bukan, maka penting bagi sahabat Dream untuk mengetahui ciri-ciri dari kalimat majemuk setara tersebut. Berikut adalah beberapa cirinya:
Ciri yang pertama dari kalimat majemuk setara adalah terdiri dari klausa atau lebih. Di mana kedudukannya adalah sejajar atau setara.
Ciri yang kedua adalah terdapat konjungsi atau kata hubung. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa kata hubung yang sering digunakan dalam kalimat majemuk setara adalah dan, atau, tetapi, sedangkan, lalu, dan kemudian. Penggunaan kata hubung ini tergantu dengan jenisnya.
Dalam kalimat majemuk setara terdapat pola seperti halnya dengan kalimat lainnya saat menulis dalam bahasa Indonesia. Dalam kalimat majemuk setara menggunakan pola kalimat berupa:
S + P + keterangan + konjungsi + S + P + keterangan
Di samping itu, ada juga yang menggunakan pola lebih sederhana seperti berikut ini:
S + P + konjungsi + S + Penggunaan
Kalimat majemuk setara yang menyatakan penjumlahan disebut juga dengan kalimat aditif. Konjungsi yang digunakan adalah dan, serta, lagipula.
Contoh:
Kalimat majemuk yang menyatakan urutan peristiwa menggunakan konjungsi berupa lalu, lantas, terus, dan kemudian.
Contoh:
Kalimat majemuk yang menyatakan pemilihan pada dua atau lebih kalimat dasar ditunjukkan dengan kata apa(kah).
Contoh:
Contoh:
Contoh:
Contoh:
Contoh:
Contoh:
Contoh: