Kata Polri Soal Ayah Brigadir J yang Lelah dengan Kasus Ferdy Sambo

Reporter : Okti Nur Alifia
Jumat, 23 September 2022 07:35
Kata Polri Soal Ayah Brigadir J yang Lelah dengan Kasus Ferdy Sambo
Hampir tiga bulan, kasus yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sebagai dalang pembunuhan itu belum juga naik ke persidangan.

Dream - Belum lama ini kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan bahwa ayah dari almarhum Nofriansyah Yoshua Hutabarat merasa lelah dengan proses hukum atas kasus pembunuhan anaknya.

Hampir tiga bulan, kasus yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sebagai dalang pembunuhan itu belum juga naik ke persidangan.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto pun menanggapi hal tersebut. Dia tak banyak berkomentar soal pernyataan Ayah Brigadir J, Agus mengatakan kasus ini bakal segera ditindaklanjuti untuk naik ke persidangan, setelah berkas dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

" Nanti saja ikuti persidangan," kata Agus saat di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 22 September 2022.

Terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo juga menegaskan pihaknya tetap fokus dalam mengusut perkara pembunuhan Brigadir J hingga tuntas. Mencakup kasus pembunuhan berencana yang dilakukan Ferdy Sambo dan obstruction of justice.

" (Polri) fokus pada kasus utama," singkat Dedi.


1 dari 6 halaman

Ayah Brigadir J Akui Menyerah: Sudahlah, Toh Anak Saya Nggak Bisa Kembali

Dream - Proses hukum kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang diotaki oleh mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo masih terus berlanjut. Setelah hampir tiga bulan, kasus tersebut belum naik ke persidangan.

Penasihat hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak pun mengaku kecewa dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kamaruddin lantas melontarkan permohonan maaf kepada publik serta pihak keluarga.

Seperti yang tampak dalam video yang diunggah akun TikTok @tobellyboy, Kamaruddin secara langsung meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

2 dari 6 halaman

" Saya betul-betul minta maaf, saya juga sudah berjuang dengan mengorbankan segalanya baik pikiran, materi, maupun waktu. Saya men delay semua perkara ini tapi saya tidak bermaksud untuk mengungkit-ungkit perkara itu," katanya

Kamarudin juga mengaku kecewa dengan sikap Jokowi. Meski telah memberi perintah kepada Polri untuk mengusut kasus seterang-terangnya, namun Jokowi tak ada sikap tegas yang seolah menjadi harapan Kamaruddin.

" Tetapi karena Presiden tidak mau berbuat sesuatu, maka pada akhirnya... Walaupun dia mengatakan buka seterang-terangnya, memang kita akui dia mengatakan itu empat kali," imbuhnya.

3 dari 6 halaman

Kamaruddin kesal, proses hukum para tersangka tak juga menemui akhir. Hingga tiga bulan, belum ada titik terang.

" Sudah tiga bulan perkara ini dari Juli Agustus September, perkara tidak terang-terang. Padahal saya katakan dulu kalau saya yang menjadi penyidik, setengah hari saya garap selesai, tidak sampai seminggu. Itulah kecerdasan saya," kata Kamaruddin.

" Tapi karena Presiden membiarkan Polri terjebak dalam lumpur itu, akhirnya mereka sampai hari ini tidak bisa keluar," imbuhnya.

4 dari 6 halaman

Kamaruddin juga membeberkan kondisi keluarga Brigadir J. Menurutnya orangtua Brigadir J menyebut kasus ini selesai karena tidak ada kemajuan.

" Oleh karena itu, saya selaku penasihat hukum menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Indonesia karena tidak mampu memenuhi harapan masyarakat. Kemudian saya juga memohon maaf sama keluarga karena Pak Samuel sebagai orangtua dari almarhum sudah menyatakan selesai," ungkapnya.

Bahkan, katanya, ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat mengaku merasa lelah dengan proses hukum yang tak kunjung usai.

" Kemarin ketika saya ke Jambi, beliau berpesan 'sudah pak, sudah cukup pak kami sudah capek pak. Kami yang mengikuti saja sudah capek, apalagi bapak yang melakukannya'," ujar Kamaruddin.

 

5 dari 6 halaman

Samuel Hutabarat kini pasrah dan tak berharap banyak atas proses hukum yang menewaskan sang putra. Dari banyaknya tahapan hukum yang bakal dilakoni para tersangka disebutnya tak akan mengembalikan nyawa Brigadir J.

" Mereka mengatakan 'sudah lah, nanti akan ada hukum alam yaitu hukum dari Tuhan'. Kami dibebani Polisi yang tidak mampu. Polisi dan Jaksa Agung hanya muter-muter di situ saja. Klien kami juga sudah memberi lima surat kuasa," ceritanya.

" Jadi mereka berpendapat sudah lah toh anak saya tidak bisa hidup kembali katanya," ungkap Kamaruddin.

Kendati demikian, Kamaruddin menyampaikan jika pihak ibunda beserta bibi dari mendiang hingga kini masih menginginkan keadilan hukum bagi para tersangka.

" Tetapi istri dari beliau dan adik-adik masih bersemangat tapi Samuel sudah lelah dengan melihat kinerja Kepolisian RI dan sibuk terus mendoktrin masyarakat adalah pelaku kekerasan seksual. Terlebih ketika Polri mengusir kami dari lokasi rekonstruksi kemarin," ungkapnya.

Beri Komentar