Kecelakaan Tragis Tol Cipularang, Saipul Jamil hingga Bus Bima Suci

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 2 September 2019 16:56
Kecelakaan Tragis Tol Cipularang, Saipul Jamil hingga Bus Bima Suci
Saipul Jamil mengalami kecelakaan pada 3 September 2011. Sang istri meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Dream - Tol Cipularang kembali menjadi perbincangan. Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang Kilometer 91 dari arah Jakarta, Senin 2 September 2019.

Hingga artikel ini ditulis, tujuh orang dinyatakan meninggal dunia: eenam karena terbakar, satu lainnya karena terluka dalam kecelakaan itu. Empat kendaraan terbakar.

Tabrakan di Tol Purbaleunyi (Foto: Google Maps)© Google Maps

Perkiraan area lokasi kecelakaan di Tol Purbaleunyi (Foto: Google Maps)

Tabrakan di Tol Purbaleunyi (Foto: Google Maps)© Google Maps

Perkiraan area lokasi kecelakaan yang dialami  Saipul Jamil (Foto: Google Maps)

Kecelakaan di area kilometer 90 hingga 97 itu mengingatkan publik pada kecelakaan yang menimpa pedangdut, Saipul Jamil.

1 dari 5 halaman

Istri Saipul Jamil Meninggal

Saipul Jamil dan mendiang istrinya, Virginia Anggraeni© Kapanlagi

Saipul Jamil dan mendiang istrinya, Virginia Anggraeni

Dikutip dari laman Kapanlagi, kecelakaan itu terjadi di Tol Cipularang Kilometer 97 arah Jakarta pada 3 September 2011. Akibat peristiwa tersebut, istri Saipul Jamil, Virginia Anggraeni, meninggal di lokasi kecelakaan.

Saipul dibawa ke rumah sakit di Purwakarta, Jawa Barat. Dia mengalami luka-luka. Baju Saipul Jamil berlumuran darah. Dia shock.

Lokasi kecelakaan yang dialami Saipul Jamil© Istimewa

Lokasi kecelakaan yang dialami Saipul Jamil

Saipul Jamil dan Virginia Anggraeni adalah pasangan pengantin baru yang meresmikan pernikahan mereka pada Maret 2011. Rentang waktu yang singkat antara proses lamaran dan pernikahan sayangnya juga harus diakhiri dengan waktu pernikahan yang singkat.

Menurut Liputan6.com, Pada tahun yang sama, kendaraan travel jurusan Kebumen-Jakarta hilang kendali di KM93 sehingga menabrak bagaian belakang truk. Enam orang meninggal dunia.

Pada 2012, tujuh orang meninggal dunia saat bus secara tiba-tiba oleng dan menabrak tronton pengangkut pasir. Kecelakaan itu terjadi di KM100 Tol Cipularang.

Pada 2013, kecelakaan terjadi antara Daihatsu Xenia dengan Nissan Juke di KM135. Nissan Juke yang kehilangan kendali masuk ke jalur berlawanan dan menabrak Daihatsu Xenia, akibatnya enam orang meninggal dunia.

Tiga orang meninggal dunia saat sebuah minibus terlibat kecelakaan dengan truk tronton di Tol Cipularang kilometer 87. Melaju dari arah Bandung dengan kecepatan tinggi minibus tak bisa mengendalikan kendaraannya dan menabrak bagian belakang truk tronton pada 2014.

Sebuah truk secara tiba-tiba oleng ke kanan dan menabrak kendaraan lain yang ada di depannya. Terjadi di kilometer 93, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Terjadi di kilometer 91, kecelakaan beruntun yang melibatkan 11 unit kendaraan menyebabkan 4 orang meninggal dunia pada tahun 2017 lalu.

Tahun 2019 kecelakaan di Tol Cipularang kembali terjadi setelah Bus Bima Suci jurusan Bandung-Merak masuk jurang di kilometer 70 dan menyebabkan 7 orang penumpangnya meninggal dunia.

2 dari 5 halaman

Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, 6 Meninggal

Dream - Kecelakaan beruntun terjadi di tol Cipularang arah Jakarta pada Senin 2 September 2019. Sebanyak 15 kendaraan terlibat dalam kecelakaan tersebut, beberapa mobil terbakar.

Kapolres Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Matrius, mengatakan, kecelakaan terjadi pada pukul satu siang di KM 91 Tol Cipularang.

" Data sementara, enam orang meninggal dunia, delapan orang luka-luka dalam kecelakaan beruntun," ujar Matrius, dikutip dari Liputan6.com.

Kepulan asap tebal terlihat membumbung. Sementara api melalap sebagian mobil yang berada di belakang.

Polisi kini tengah menjalankan evakuasi. Beberapa mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Para korban segera dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Sumber: Liputan6.com/Muhammad Ali

3 dari 5 halaman

Mobil Alami Kecelakaan Fatal, Seniman Gareng Meningal Dunia

Dream - Panggung komedi tanah air tengah diselimuti duka, seniman Angga Ardiyanta atau Gareng Semarang alias Gareng Salatiga meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan yang dialami pemain Ketoprrak ini terjadi di Tol Ngawi-Kertosono, KM 569.800 jalur B, Desa Jengrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, pada Rabu, 14 Agustus 2019 pagi sekitar 04.30 WIB.

Kanit Laka Lantas Polres Ngawi, Iptu Cipto Utoyo mengatakan, Gareng meninggal dunia pada Kamis, 15 Agustus 2019.

" Kemarin kan cuma luka-luka setelah kecelakaan. Nah ini meninggal dunia subuh," ujar Cipto dikutip dari laman Merdeka.com, Jumat 16 Agustus 2019.

Cipto berujar, Gareng sebelumnya sempat mendapat perawatan instensif di Rumah Sakit At-Tin Husada Ngawi. 

4 dari 5 halaman

Kondisi Gareng Sebelum Meninggal Dunia

Dokter dan perawat berusaha memulihkan keadaan Gareng selama 21 jam. Namun upaya itu gagal membuahkan hasil. Kondisi Gareng yang kritis akibat akibat luka di kepala terus memburuk.

" Korban sudah dibawa pulang (untuk dimakamkan)," ucap dia.

Seniman Jawa, Gareng Salatiga, meninggal dunia pada Kamis (15/8/2019), akibat kecelakaan yang dialaminya di Tol Ngawi-Kertosono, KM 569.800 jalur B. (Foto: Instagram/@bayoe.badra)© Instagram

Seniman Jawa, Gareng Salatiga, meninggal dunia pada Kamis (15/8/2019), akibat kecelakaan yang dialaminya di Tol Ngawi-Kertosono, KM 569.800 jalur B. (Foto: Instagram/@bayoe.badra)

 

5 dari 5 halaman

Terseret 50 MeterKronologi Kecelakaan Mobil Ihsan Tarore

Cipto menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika mobil yang ditumpangi Gareng Daihatsu Terios berplat nomor polisi H 8853 WL, melaju dari arah Surabaya menuju Semarang.

Setibanya di lokasi kejadian, mobil yang dikendarai Adine Angga menabrak bagian belakang truk tronton bermuatan baru bara.

Bahkan, mobil sempat terseret sejauh 50 meter lantaran sopir truk tidak menyadari kalau kendaraanya telah ditabrak.

" Jadi mobil yang ditumpangi Gareng sempat terseret 50 meter," kata dia.

(Sumber: Merdeka.com/Erwin Yohanes)

Beri Komentar