Keterlaluan! Bos Ini Minta Karyawan Kirim Screenshot Baterai Ponsel Sebelum Pulang

Reporter : Nabila Hanum
Selasa, 26 April 2022 08:36
Keterlaluan! Bos Ini Minta Karyawan Kirim Screenshot Baterai Ponsel Sebelum Pulang
Dengan alasan produktivitas, bos ini minta karyawan kirim screenshot penggunaan baterai ponsel setiap hari

Dream - Banyak sekali bos yang sangat mengatur karyawannya. Tapi kelakuan bos dari Wuhan, China, ini tidak pantas ditiru. Ia mewajibkan karyawan yang pulang untuk memperlihatkan screenshoot atau tangkapan layan penggunaan baterai ponsel.

Dikutip dari OddityCentral, peristiwa tersebut bermula ketika sang bos merasa performa perusahaan menurun karena karyawannya kebanyakan main hp.

Lantas sang bos mencoba mengatasi masalah dengan memeriksa ponsel milik karyawan sebelum pulang kantor setiap hari.

1 dari 2 halaman

Kirim screenshot baterai ponsel setiap hari

Salah seorang karyawannya kemudian membeberkan cara kontroversial tersebut yang langsung viral di media sosial.

Ia mengaku bersama rekan-rekan lain diwajibkan mengirimkan pemakaian baterai ponsel dalam sehari.

“ Keterlaluan, sih. Perusahaan yang mulai melakukan ini hal semacam ini biasanya sedang terjerembab dan jadi tanda juga kamu sebaiknya mengganti pekerjaan,” ujar salah seorang yang mengomentari unggahan tersebut di Weibo, media sosial Cina.

Selain merasa hal tersebut berlebihan, publik juga menyebut bahwa kebijakan itu sudah melanggar privasi pegawainya.

Namun, beberapa juga memberi trik agar bisa mengelabui sang bos, yakni dengan memakai dua ponsel berbeda.

Meski kini jadi perhatian publik, beberapa pegawai yang mengunggah kebijakan itu di media sosial kini merasa kesal. Sebab, mereka jadi harus berurusan dengan atasan dan khawatir kehilangan pekerjaan.

2 dari 2 halaman

Alasan produktivitas

Setelah kontroversi itu, presiden dari perusahaan terkait sudah mengeluarkan pernyataan publik dan menjelaskan bahwa metode itu bukan bermaksud melanggar privasi karyawan.

Alih-alih demikian, tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas dari para pegawai. Agar mereka tidak terus-terusan memeriksa media sosial atau bermain game selama bekerja.

Sayangnya, penjelasan itu justru membuat publik semakin marah dengan perusahaan tersebut.

Beri Komentar