Kisah Haru Sang Ibu: Aku Minta Anda Mengakhiri Hidup Anakku

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 15 November 2014 16:00
Kisah Haru Sang Ibu: Aku Minta Anda Mengakhiri Hidup Anakku
Tak seorang ibu pun yang tega menyaksikan anaknya dalam kondisi menderita seperti ini.

Dream - Untuk mengakhiri penderitaan anaknya, seorang ibu di London minta pengadilan untuk mematikannya secara 'legal'.

Sang anak bernama Nancy lahir buta dengan tiga penyakit berat menyertainya, yakni hidrosefalus, meningtis dan keracunan darah.

Dengan kata lain, dia tidak bisa berjalan, berbicara, makan atau minum. Tidak itu saja, dia sering berteriak-teriak kesakitan meski sudah disuntik morfin dan ketamin.

Tak seorang ibu pun yang tega menyaksikan anaknya dalam kondisi tersebut. Termasuk Charlotte Fitzmaurice yang dengan hati pedih minta pengadilan tinggi untuk memberikan apa yang paling dibutuhkan putrinya yang masih 12 tahun itu.

Kisah Haru Sang Ibu: Aku Minta Anda Mengakhiri Hidup Anakku

Fitzmaurice mendesak pengadilan tinggi untuk mengakhiri penderitaan putrinya sehingga bisa menemukan kedamaian.

Kualitas hidup Nancy begitu buruk sehingga dia harus bergantung 24 jam penuh pada rumah sakit. Dia diberi makan, minum dan obat melalui selang.

Selain kesehatan yang buruk, dia juga sering berteriak-teriak kesakitan meski disuntik obat penenang. Bagi Fitzmaurice, penderitaan melihat putrinya menderita seperti itu sangat berat untuk ditanggung.

Jadi setelah 12 tahun bertahan dalam kesedihan, Fitzmaurice mengajukan peninjauan untuk memperjuangkan hak putrinya untuk mati.

Surat yang dikirimkan ke pengadilan dibaca Hakim Eleanor King pada Agustus lalu. Dalam surat itu, Fitzmaurice menjelaskan semua alasan kenapa putrinya itu berhak untuk meninggal.

" Dia seperti bukan anakku, dia seperti sebuah tempurung," katanya.

" Cahaya kehidupan sudah hilang dari matanya diganti dengan ketakutan dan keinginan untuk mendapat kedamaian."

" Hari ini aku atas nama Nancy percaya dia sudah cukup menderita dan itu membuat hatiku hancur."

Dalam sebuah keputusan yang berat, Hakim King akhirnya menyetujui permintaan Fitzmaurice.

Nancy akhirnya meninggal 14 hari kemudian di Great Ormond Street, London dengan dikelilingi keluarganya saat seluruh penopang hidupnya dicabut satu-persatu.

Keputusan Hakim King mendapat dukungan dari para dokter di rumah sakit khusus anak tersebut. Tapi mereka keberatan dengan kata hak untuk mati.

(Sumber: Mirror.co.uk)

Beri Komentar