Ilustrasi (Pixabay.com)
Dream - Kepala Biro Pemberitaan Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yuyuk Andriati, mengaku miris dengan maraknya pejabat yang terkena operasi tangkap tangan (OTT). Padahal berbagai sosialisasi terkait bahaya korupsi telah dibuat KPK.
Tetapi, KPK tak lelah berinovasi. Yeye, sapaan akrab Yuyuk, mengatakan, salah satu program pencegahan korupsi yang dibuat KPK yaitu Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Yeye menyebut, gerakan ini lahir dari hasil survei di Yogyakarta dan Solo, Jawa Tengah, yang menyatakan baru empat persen keluarga yang memberikan nilai kejujuran kepada anaknya.
" Penelitan di Yogya, Solo survei hanya empat persen keluarga yang mengajarkan kejujuran pada anaknya," ujar Yeye di Oasis Amir Hotel, Jakarta, Senin 10 Desember 2018.
" Kejujuran itu kecocokan perilaku, misalnya ada tamu 'Dek bilang kalau ibu enggak di rumah'. Dari hasil penelitian itu timbul gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi," kata dia.
Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag), Trisna Willy Lukman Hakim, mengatakan, gerakan SPAK sudah ada sejak 2016 di lingkungan Kemenag. Selama dua tahun berjalan, Tri mengaku sempat ditanya oleh sang suami, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengenai hasil gerakan tersebut.
" Pak Menag tanya ada hasilnya enggak? Kata saya banyak. 'Itu kan kata kamu, tentu harus ada terukur'. Wah susah bagaimana mengukur, ini kan gerakan," ucap Tri.

Seiring dengan berjalannya waktu, kegiatan dari gerakan SPAK ini diakui Tri ada hasilnya. Dia mencontohkan, salah satu efek dari gerakan itu yaitu berubahnya perilaku buruk yang ada pada diri seseorang.
" Sekarang lebih hati-hati, kalau dulu menggunakan fasilitas kantor mungkin ada yang tidak ada yang iya, tapi sekarang ah jangan ah. Kalau dulu mobil dinas masih pakai kalau urusan Dharma Wanita, tapi kalau ke pasar pulang kantor enggak pakai," kata dia.
Tri berharap, ratusan agen SPAK, yang mayoritas kalangan pendidik, mampu memiliki dampak yang besar. Karena mereka bisa menyosialisasikan bahaya korupsi kepada murid-muridnya, atau kepada sesama guru di lingkungan mengajar.