Kuberikan Ginjalku Untukmu

Reporter : Ayik
Rabu, 24 September 2014 09:02
Kuberikan Ginjalku Untukmu
Kepergiannya membuat sang ayah terpukul dan tidak berhenti menangis. Meskipun Xiwang telah pergi untuk selamanya, dia memberi harapan hidup untuk dua balita lain.

Dream - Tahukah Anda, ada banyak orang yang lahir dengan kondisi kesehatan yang langka. Kesembuhan mereka seringkali bergantung pada donor organ tubuh dari orang lain.

Setiap detik, mereka menunggu kabar gembira itu. Tetapi, menerima donor organ tubuh bukan hal yang mudah. Terlebih bagi para balita. Tidak banyak orangtua yang mau tubuh anaknya dibedah untuk diambil organnya lalu diberikan pada anak orang lain.

Xiwang, balita perempuan yang telah meninggal, memberikan harapan hidup untuk balita lain di Tianjin. Dilansir Beijingshots, balita berusia 2 tahun itu meninggal karena mengalami hypoxic-ischemic cerebral palsy. Kepergiannya membuat sang ayah terpukul dan tidak berhenti menangis.

Meskipun Xiwang telah pergi untuk selamanya, dia memberi harapan hidup untuk dua balita lain. Penasaran dengan kisah Xiwang? Yuk baca selengkapnya di blog 'Ngelmu Becak' di sini http://bit.ly/1yofGkm (Ism)

 

Kirimkan blog atau website kamu kekomunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res

1 dari 3 halaman

Bocah Keturunan HIV/AIDS, Sendiri Hadapi Dunia

Bocah Keturunan HIV/AIDS, Sendiri Hadapi Dunia © Dream

Dream - Kisah memilukan datang dari negeri Tirai Bambu, Tiongkok. Seorang anak kecil berusia 6 tahun harus hidup sebatang kara di kaki bukit Gunung Malu, Liuzhou di provinsi Guanxi.

Lahir dari kedua orangtua yang mengidap penyakit mematikan HIV/AIDS, membuat perjalanan bocah kecil ini penuh haru. Ini lengkapnya http://bit.ly/1ugOUHP (Ism)

2 dari 3 halaman

Diselamatkan Azan di Puncak Everest

Diselamatkan Azan di Puncak Everest © Dream

Dream - Pratu Asmujiono sudah melewati `Zona Kematian`. Saat empat jam menjelang pencapaian Puncak Mount Everest, seluruh Rakyat Indonesia mendoakannya. Asmujiono menjadi orang Indonesia, Asia tenggara dan Islam pertama yang mencapai Puncak tertinggi di Dunia, Mount Everest.

Dia sempat melepas masker. Dari kacamata medis, seharusnya nyawanya tidak tertolong. " Asmujiono, diselamatkan Oleh Allah, karena keberaniannya mengumandangkan Takbir, Memuji kebesaran Allah SWT di Puncak Negeri Para Dewa, tanpa dia menghiraukan keselamatan Jiwanya." Ini lengkapnya http://bit.ly/1yj3t0h (Ism)

3 dari 3 halaman

Ketabahan Pak Tua Penjual Amplop

Ketabahan Pak Tua Penjual Amplop © Dream

Dream - Memiliki penghasilan tetap serta kedudukan yang layak mungkin tak dirasakan sebagian orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang kurang tinggi. Ini bisa terlihat dari sosok pria paruh baya duduk di salah satu sudut Masjid Salman ITB, Bandung.

Di antara pedagang lainnya yang memiliki modal lebih besar menjual memilih pakaian, makanan atau elektronik. Namun, pria paruh baya itu rupanya tengah menjajakan barang dagangannya yakni amplop

" 10 amplop saya jual seharga Rp 1.000" , kata pria itu. Kenapa semurah itu, ia lantas menunjukan kwitansi pembelian amplop yang seharga Rp 7.500, berarti ia hanya mengambil untung Rp 250 saja. Ini lengkapnya http://bit.ly/1DrZzlF (Ism)

Beri Komentar