Terima Penghargaan, Ini Janji Jokowi untuk Keuangan Syariah RI

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 30 September 2016 13:43
Terima Penghargaan, Ini Janji Jokowi untuk Keuangan Syariah RI
Jokowi mengatakan saat ini hanya sekitar 5 persen potensi yang ekonomi syariah yang telah tergarap.

Dream - Presiden Joko Widodo berjanji akan mendorong ekonomi syariah di Indonesia bisa lebih berkembang. Ini mengingat potensi pasar yang bisa digarap sangat besar.

Janji tersebut disampaikan presiden Pada gelaran ini, Jokowi mendapat penghargaan Global Islamic Finance Leadership Award 2016 disela International Conference on Islamic Finance 2016 di Jakarta.

" Dari 252 juta penduduk Indonesia, 216 juta adalah Muslim. Inilah sebuah peluang yang bisa kita manfaatkan untuk mendorong ekonomi syariah berkembang di Indonesia," ujar Jokowi dalam Global Islamic Finance Awards, dikutip dari setkab.go.id, Jumat, 30 September 2016.

Jokowi mengatakan saat ini hanya sekitar 5 persen potensi yang ekonomi syariah yang telah tergarap. Masih ada 95 persen potensi yang belum tersentuh dan masih bisa dikembangkan.

" Inilah yang akan terus saya dorong, akan terus saya dorong. Karena kita sudah mempunyai Undang-undang Perbankan Syariah, sudah ada," kata Jokowi.

Tidak hanya itu, kata Jokowi, potensi ekonomi syariah untuk berkembang sangat besar. Ini lantaran Indonesia telah memiliki sejumlah payung hukum untuk ekonomi syariah seperti UU Sukuk, UU Asuransi Syariah, serta Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Selain itu, Jokowi juga memprioritaskan perkembangan ekonomi syariah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Sehingga, kata dia, seluruh instrumen tersebut dapat memperkuat pengembangan ekonomi syariah.

" Keuangan, bisnis, saya kira masih terbuka lebar. Perbankan, asuransi, pariwisata halal, industri halal, daging, kosmetik, saya kira masih banyak sekali. Potensi yang ada ini saya persilakan Bapak Ibu sekalian untuk mengambil peluang secepat-cepatnya," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Jokowi berpesan agar pelaku industri ekonomi syariah Tanah Air untuk belajar dan berbagi ide dengan penerima GIFA Award. Diharapkan hal ini dapat menjadi inspirasi bagi perkembangan ekonomi syariah secara global.

" Saya harap pemenang dari GIFA tahun ini bisa berbagi pengalaman dan ide, jadilah sebuah inspirasi sehingga kita semua bisa belajar, bisa terinspirasi dengan pengalaman tersebut, dan bisa terjun ke lapangan untuk mengembangkan lebih banyak produk dan pelayanan yang juara untuk ekonomi syariah di seluruh dunia," kata Jokowi.

Sementara itu, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan pemerintah sangat mendukung perkembangan sektor keuangan syariah. Ini ditunjukkan melalui master plan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia yang memberikan arah strategis pengembangan keuangan syariah Indonesia.

" Dengan demikian, Indonesia tidak diragukan lagi, memiliki potensi yang luar biasa untuk lebih mengembangkan keuangan syariah dunia," kata Muliaman.

Indonesia berada di peringkat ke-6 dari 28 negara yang menjalankan ekonomi syariah. Peringkat tersebut didasarkan pada survei yang dijalankan oleh Islamic Financial Country Index.(Sah)

Beri Komentar