Mantan TKW Dapat Penghargaan dari Kemenlu AS

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 6 September 2018 15:02
Mantan TKW Dapat Penghargaan dari Kemenlu AS
Maizidah Salas dianggap berjasa dalam mengentaskan perdagangan manusia.

Dream - Bekas Tenaga Kerja Wanita Indonesia, Maizidah Salas, 42 tahun, mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Amerika Serikat.

Wanita asal Wonosobo, Jawa Tengah itu, dianggap berjasa dalam menekan kasus perdagangan manusia di Negeri Paman Sam tersebut.

Maizidah merupakan satu dari 10 orang yang mendapat penghargaan '2018 TIP (Trafficking in Persons) Report Heroes' dari Kementerian Luar Negeri AS.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menlu Mike Pompeo dan Penasihat Kepresidenan Ivanka Trump pada 28 Juni lalu.

Dikutip dari Liputan6.com, laporan Kemenlu AS menyebut Maizidah telah menginisiasi berdirinya Kampung Buruh Migran.

Komunitas ini memberikan pelatihan keterampilan dan dukungan kepada pelaku migrasi untuk peluang ekonomi serta meningkatkan kesadaran tentang perdagangan manusia.

" Organisasinya mempekerjakan mantan pekerja migran, termasuk korban perdagangan manusia, untuk memberikan pelatihan tentang praktik migrasi yang aman, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan anak usia dini bagi mereka yang bekerja atau mempertimbangkan bekerja di luar negeri," demikian laporan tersebut. (ism)

1 dari 1 halaman

Bentuk Pengakuan

Dream - Secara terpisah, Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph Donovan Jr., mengungkapkan kebanggaan terhadap kiprah Maizidah. Dia menegaskan kembali apresiasi Pemerintah AS terhadap kiprah mantan TKI itu untuk kemanusiaan.

" Sangat bangganya kami, Kedutaan AS di Jakarta, untuk menegaskan kembali penghargaan yang diberikan Menlu Pompeo kepada Maizidah Salas atas kontribusinya di bidang pengentasan perdagangan manusia," kata Donovan.

Maizidah menerima penghargaan dari Dubes AS

Donovan menegaskan Maizidah sangat layak mendapatkan penghargaan tersebut. Menurut dia, Maizidah telah bekerja keras memberikan pemberdayaan bagi para pekerja migran Indonesia.

" Dan memberikan penyadaran atas isu perdagangan manusia terhadap populasi pekerja migran Indonesia," kata dia.

Maizidah mengaku bangga bisa meraih penghargaan tersebut. Bagi dia, penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan atas jerih payahnya selama satu dekade terakhir.

" Ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi teman-teman saya para buruh dan buruh migran Indonesia, semoga ini menjadi inspirasi bagi teman-teman di Kampung Migran, rakyat Indonesia, dan dunia unitk melawan perdagangan manusia," kata Maizidah.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Rizki Akbar Hasan)

Beri Komentar