Masyarakat Dunia Mulai Tidak Religius, Jokowi: 29 Persen Agnostik Dan Ateis (dok.Setkab)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat dunia saat ini semakin tidak religius. Kondisi inilah yang menyebabkan kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Peringatan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan acara pembukaan ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC) 2023 di Jakarta, Senin 7 Agustus 2023.
" Menurut Global Peace Index 2023, konflik global semakin marak," ujar Jokowi.
Di hadapan para pemimpin atau tokoh agama ASEAN, Jokowi mengungkap sejumlah data yang menunjukkan bahwa kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja.
Dia membandingkan kondisi di tahun 2008 yang dilaporkan terjadi konflik yang melibatkan 58 negara. Kini setelah 15 tahun berlalu, konflik yang terjadi melibatkan lebih banyak pihak yaitu 91 negara.
Dari konflik yang terjadi tersebut tercatat angka kematian sebagai dampak dari konflik global meningkat menjadi 238 ribu jiwa.
" Dampak kerugian ekonomi naik 17 persen, menjadi 17,5 triliun USD, setara dengan 13 persen GDP global," ungkapnya.
Di bidang keagamaan, kata Jokowi, masyarakat dunia mulai semakin tidak religius. Menurut survei IPSOS Global Religion terhadap 19.371 orang dari 26 negara, 29 persen menyatakan agnostik dan ateis.
" (Survei itu menunjukkan) 29 persen menyatakan bahwa mereka agnostik dan ateis. Menurut data Pew Research Center, jumlah kekerasan atas nama agama meningkat," katanya.
Dengan kondisi dunia yang memprihatinkan tersebut, Presiden menyambut baik peran konstruktif dari Forum ASEAN IIDC 2023 yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama.
Ia berharap ASEAN tak hanya mampu menjadi epicentrum of growth tetapi juga bisa berperan sebagai jangkar perdamaian dunia.
" Saya harapkan (forum ASEAN IIDC) ini menimbulkan kesaling-mengertian sebagai fondasi yang kokoh bagi ASEAN untuk epicentrum of growth epicentrum of harmony," ujar Jokowi.