Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
KH Ahmad Bahauddin Nursalim Atau Gus Baha'
Dream - Uang receh seringkali ditemukan tergeletak di jalanan, tanpa ada yang mau mengambilnya.
Banyak orang yang memilih mengabaikan uang receh tercecer di jalanan. Salah satu sebabnya, nominalnya yang kecil sehingga dianggap kurang bernilai.
Buat beli permen saja hanya dapat berapa butir. Tentu tidak cukup untuk kebutuhan, apalagi nasi bungkus.
Belum lagi jika mengikuti kaidah syariat, yang mewajibkan temuan barang untuk diumumkan. Tentu ini jadi merepotkan jika nilai uangnya sangat-sangat kecil.
Tetapi, Pakar Alquran dan Tafsir, KH Ahmad Bahauddin Nursalim, punya pendapat berbeda. Gus Baha' justru menganjurkan receh itu diambil dan dimanfaatkan.
Dalam pandangan Gus Baha', orang yang tidak mau memanfaatkan uang receh temuan di jalan adalah orang sombong. Apa maksud dari istilah ini?
Pendapat ini mungkin unik, namun bisa dijadikan pertimbangan. Bagaimana cara pandang Gus Baha' secara rinci mengenai masalah ini dapat disimak di sini, seperti dikutipkan secara utuh dari laman Iqra.id.
Sabda Rasulullah, orang itu sombong sekali ketika mendapatkan satu kurma di pasar atau di pinggir jalan, kok enggak berani makan, itu sombong.
Itu wara'i (sifat warak) yang menjadikan bodoh, kata Rasulullah.
Kadang kan kita terlalu, misalnya ada uang, mohon maaf, misalnya Rp500. Meskipun orang melarat pun tidak akan dicari.
Saya ulangi lagi, meski yang kehilangan itu orang yang melarat sekalipun, (uang Rp500) tidak akan dicari. Terus kamu atas nama wara' tidak berani mengambil, apalagi meyakini haram.
Itu sifat wara' yang malah merusak Islam!
Mestinya, harus kamu ambil. Kalau kamu ingin, ya ambil saja. Atau kalau kamu tasawuf ya ambil terus kasih anak kecil, karena kalau orang Islam begitu semua, ya repot!
Bagaimanapun Islam itu mengharamkan tadlyi'ul maal, menyia-nyiakan harta. Saya ulangi lagi, Islam melarang sesuatu tidak ada gunanya.
Makanya, Nabi pernah menemukan satu kurma jatuh, sabdanya Nabi, " Andaikan saya tidak ragu, yakin itu bukan sedekah pasti saya makan" .
Kemudian semenjak itu, Sayyidina Ali ketika ada kurma jatuh satu, ya dimakan. Katanya, menghilangkan takabbur (sombong).
Ketika ada yang tanya " Mitsluka laa ya'kulu hadza" , semestinya orang selevel Anda tidak makan seperti ini.
Sebagian sifat wara' itu menjadikan bodoh. Karena kalau kamu terlalu wara' itu terjadi idha'atul maal, yakni ada harta yang sia-sia.
Makanya ulama mengatakan, luqothoh, barang temuan itu kalau barangnya ada nilainya. Misalnya menemukan uang Rp1 juta, lalu (harus) diumumkan.
Tapi, kalau sepele ya dimakan. Nanti kalau ada orangnya komplain ya dikembalikan. Kalau nggak ya nggak.
Tapi, masak ada pisang goreng satu jatuh, terus ada orang yang punya komplain itu kan orang terlalu pelit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam