Minum Air Begitu Bangun Tidur, Apa yang Terjadi pada Tubuh?

Reporter : Abidah
Minggu, 20 September 2026 14:00
Minum Air Begitu Bangun Tidur, Apa yang Terjadi pada Tubuh?
Minum air pada pagi hari dapat membantu mengembalikan cairan tubuh dan mendukung berbagai fungsi penting, termasuk proses pencernaan.

DREAM.CO.ID - Segelas air setelah bangun tidur mungkin terlihat seperti kebiasaan sederhana, tetapi bisa membantu tubuh memulai kembali kebutuhan cairan setelah berjam-jam tidak minum. Saat tidur semalaman, tubuh tetap kehilangan cairan melalui pernapasan dan aktivitas tubuh lainnya. Akibatnya, seseorang dapat bangun dalam kondisi sedikit dehidrasi, yang pada sebagian orang berpengaruh terhadap energi, konsentrasi, hingga pencernaan.

Dilansir dari Health, minum air pada pagi hari dapat membantu mengembalikan cairan tubuh dan mendukung berbagai fungsi penting, termasuk proses pencernaan. Namun, manfaatnya bukan berarti seseorang perlu memaksakan diri minum air dalam jumlah besar begitu membuka mata.

Bisa Membantu Lebih Segar dan Fokus

Kecukupan cairan berkaitan dengan kemampuan tubuh mempertahankan kewaspadaan dan konsentrasi. Ketika asupan cairan tidak mencukupi, aliran darah ke otak dapat ikut terpengaruh sehingga seseorang bisa mengalami kelelahan, brain fog, atau kesulitan berkonsentrasi.

Salah satu penelitian terhadap orang dewasa muda menemukan bahwa mereka yang tidak mengonsumsi cairan selama 12 jam mengalami waktu reaksi yang lebih lambat, lebih lelah, serta memiliki kemampuan memori dan perhatian yang lebih buruk dibandingkan mereka yang terhidrasi dengan baik.

Penelitian lain menemukan bahwa minum sekitar 500 mililiter air sebelum tidur dan kembali minum pada pagi hari dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan kecepatan reaksi.

Meski demikian, air bukan solusi untuk semua jenis kelelahan. Jika rasa lelah disebabkan kurang tidur, stres, atau kondisi kesehatan tertentu, minum air kemungkinan tidak memberikan perubahan berarti. Manfaatnya lebih mungkin terasa jika dehidrasi menjadi salah satu penyebab tubuh terasa lesu.

1 dari 2 halaman

Membantu Sistem Pencernaan

Air juga berperan dalam menjaga kelancaran sistem pencernaan. Cairan membantu makanan dan sisa pencernaan bergerak melalui saluran cerna. Ketika tubuh kekurangan cairan, pergerakan tinja dapat melambat dan meningkatkan risiko sembelit.

Asupan cairan yang cukup membantu menjaga tinja tetap lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi cukup cairan dan makanan kaya air memiliki risiko sembelit yang lebih rendah.

Sebagian orang bahkan merasa minum air pada pagi hari dapat memicu keinginan buang air besar, terutama jika diikuti aktivitas fisik atau minum kopi. Namun, efek tersebut tidak selalu terjadi pada semua orang, terutama jika kebutuhan cairan harian sebenarnya sudah terpenuhi.

 

2 dari 2 halaman

Tidak Harus Banyak

Meski minum air setelah bangun tidur dapat menjadi kebiasaan yang baik, waktu minum sebenarnya tidak sepenting jumlah cairan yang dikonsumsi sepanjang hari.

Sebagian besar kebutuhan cairan juga berasal dari makanan seperti buah, sayuran, dan sup. Secara keseluruhan, kebutuhan harian diperkirakan sekitar 11,5 cangkir cairan untuk perempuan dan 15,5 cangkir untuk laki-laki, termasuk cairan dari makanan dan berbagai minuman. Untuk air yang diminum, perkiraannya sekitar sembilan cangkir per hari untuk perempuan dan 13 cangkir untuk laki-laki.

Pada pagi hari, satu gelas sekitar 240–470 mililiter sudah cukup sebagai awal. Minum terlalu banyak sekaligus justru dapat membuat perut tidak nyaman.

Klaim bahwa air hangat secara khusus dapat meningkatkan metabolisme juga belum didukung bukti kuat. Begitu pula anggapan bahwa air dingin buruk untuk pencernaan. Air dingin dan air bersuhu ruang sama-sama dapat menghidrasi tubuh.

Yang perlu dihindari adalah minum secara berlebihan. Setelah kebutuhan cairan terpenuhi, menambah konsumsi air tidak otomatis memberikan manfaat kesehatan tambahan. Dalam kondisi tertentu, terlalu banyak air bahkan dapat mengencerkan kadar natrium dalam darah dan mengganggu keseimbangan cairan tubuh.

Karena itu, bagi orang dewasa sehat, minum sesuai rasa haus merupakan salah satu panduan sederhana. Urine berwarna kuning pucat umumnya menandakan tubuh cukup terhidrasi, sedangkan urine berwarna lebih gelap dapat menjadi tanda untuk menambah asupan cairan.

Kebiasaan minum segelas air setelah bangun tidur paling mungkin membantu orang yang selama ini kurang minum, mudah mengalami sembelit, sering bangun dengan tubuh terasa lesu, atau orang lanjut usia yang sensasi hausnya cenderung berkurang. Namun, bagi mereka yang sudah memenuhi kebutuhan cairan, manfaat tambahan dari memajukan waktu minum ke pagi hari kemungkinan tidak terlalu besar.

Bagi sebagian orang, justru konsistensi sepanjang hari yang lebih penting daripada memaksakan segelas besar air segera setelah bangun.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More