Misteri Kematian Siswi Bertabungan Rp42 Juta

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 29 Juli 2017 15:50
Misteri Kematian Siswi Bertabungan Rp42 Juta
Usai makan nasi dan ikan gurame, Rosita merasakan tak enak badan.

Dream - Rosita, siswi MTs di Kabupaten Malang yang sempat viral karena dugaan kehilangan uang tabungan sebesar Rp42 juta, meninggal dunia pada Jumat, 28 Juli 2017. Saat ditemukan ibunya, Wijiyati, mulut Rosita mengeluarkan busa.

Seperti dilaporkan Merdeka.com, Rosita diduga meninggal karena meminum terlalu banyak antibiotik. Sebab, saat diperiksa polisi, tidak ditemukan kekerasan di tubuh korban.

" Ditemukan obat jenis antibiotik, yang dosisnya tidak tinggi juga. Bisa juga (jadi pemicu), kalau minumnya banyak, apalagi sakit lambung seperti itu," kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas Guspitu, Jumat, 28 Juli 2017.

Azi mengatakan pihaknya akan meminta keterangan keluarga korban. " Makanya nanti kita minta keterangan dari keluarganya. Kita dalami lagi," tegasnya.

Sebelum meninggal, Rosita sempat menikmati masakan Wijiyati berupa nasi dan lauk ikan gurame pada Kamis, 27 Juli tengah malam. Setelah itu korban merasakan sakit kepala dan minta dipijat ibunya, sebelum kemudian pergi masuk ke kamarnya.

Sekitar pukul 05.00 WIB, ibunya membangunkan korban dari depan kamar. Merasa tidak ada jawaban, sang ibu masuk kamar dan menemukan korban sudah meninggal dunia.

Rosita sempat mengalami depresi akibat uang tabungannya tidak diakui pihak sekolahan. Pihak sekolah sesuai catatan, menegaskan tabungan korban hanya sebesar Rp135 ribu saja, bukan Rp42,7 juta seperti yang diutarakan orang tua.

1 dari 3 halaman

Siswi yang Heboh soal Tabungan Rp42 Juta Meninggal

Siswi yang Heboh soal Tabungan Rp42 Juta Meninggal © Dream

Dream - Siswi MTs Negeri di Kabupaten Malang, yang sempat viral karena uang tabungan miliknya Rp42 juta yang diduga raib, meninggal dunia. Rosita ditemukan meninggal dunia di kamar, rumahnya, Desa Ngingit, Tumpang, Malang, Jawa Timur pada Jumat, 28 Juli 2017.

Menurut laporan Merdeka.com, jenazah Rosita ditemukan meninggal dunia oleh ibunya, Wijiyati. Saat meninggal, mulut Rosita mengeluarkan busa.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan belum diketahui penyebab pasti kematian korban.

" Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kemungkinan ada tekanan. Sebelumnya juga pernah masuk rumah sakit, karena sakit lambung," kata Azi.

Jenazah Rosita dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani visum. Pihak kepolisian sendiri belum bisa meminta keterangan dari orangtua korban.

2 dari 3 halaman

Tabungan Siswi Rp42 Juta Raib Pas Ditagih, Ini Kata Sekolah

Tabungan Siswi Rp42 Juta Raib Pas Ditagih, Ini Kata Sekolah © Dream

Dream - Kasus hilangnya tabungan siswi madrasah di Malang, R, senilai Rp42,7 juta menyita perhatian masyarakat. Sekolah R, MTs Negeri Tumpang, yakin jumlah tabungan milik R hanya Rp135 ribu.

Kepala Sekolah MTs Negeri Tumpang Pono menjelaskan rincian transaksi yang tercatat di buku tabungan itu. Menurut dia, R terakhir kali menyetor uang pada 8 November 2016 senilai Rp50 ribu. Sehingga, saldo yang sebelumnya Rp85 ribu, bertambah menjadi Rp135 ribu.

" Kita memiliki bukti dan catatannya. Sudah kita kumpulkan semua saat pertama masalah ini muncul," kata Pono, kepada Merdeka.com, Kamis, 22 Juni 2017.

Menurut dia, sekolah telah memediasi persoalan ini. Proses mediasi difasilitasi perangkat desa dan polisi. Tetapi, tidak menemukan jalan keluar, dan keluarga Rosita tidak puas.

" Karena itu disarankan untuk menempuh ke jalur hukum, tetapi keluarga menolak, dengan alasan uangnya akan hilang jika dalam proses hukum," kata dia.

Keluarga Rosita Asih yakin anaknya terus setor tabungan ke sekolah. Versi orang tua Rosita, jumlah tabungan anaknya Rp 42,7 juta. Uang tersebut dikumpulkan untuk waktu satu tahun atau selama kelas 9.

" Pihak sekolah dan wali kelas mengelak semua dan mengatakan kalau kami awu-awu, fitnah," kata ibunda R, Wijiyati.

3 dari 3 halaman

Siswi Nabung Rp42 Juta di Sekolah, Pas Ditagih Uangnya Raib

Siswi Nabung Rp42 Juta di Sekolah, Pas Ditagih Uangnya Raib © Dream

Dream - Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Tumpang, Malang, Jawa Timur berinisial RA, 15 tahun, merasakan ketakutan yang sangat. Penyebabnya, uang tabungan yang selama ini dia setorkan mencapai Rp42 juta, tidak diakui oleh pihak sekolah. 

Kronologi itu bermula ketika siswi berinisial RA, 15 tahun, menabung sejak kelas IX. Tetapi, ketika RA lulus madrasah, uang yang selama ini dia tabung mendadak tidak diakui.

Guru berinisial W mengatakan kepada RA uang yang ditabungnya tak bisa diambil. Ketika ditagih, sang guru selalu mengelak.

" Bu, guru nggak mau mengembalikan uang saya. Ibu nanya uangnya terus," kata RA.

Wijiyati ibunda korban

Bingung dengan kondisi yang dia alami, RA memutuskan ingin mengakhiri hidupnya. Dia menelan sejumlah obat, salah satunya obat sakit kepala dengan minuman bersoda.

Beruntung, nyawa RA yang nyaris meregang berhasil diselamatkan.

Menurut ibunya, Wijiyati, selama ini dia tidak pernah diberi buku tabungan oleh guru maupun pihak sekolah. Setiap ditagih buku tabungan, guru tersebut berdalih sudah mencatat di buku catatan miliknya.

" Saya sih selama ini percaya saja, soalnya dulu waktu kelas 1 dan 2  (VII dan VIII) juga nabung nggak dikasih buku tabungan, namun uangnya mesti dikasih, kok pas kelas 3 (IX) ruwet," kata dia.

Bagaimana peristiwa ini selengkapnya? Simak di tautan ini.

Beri Komentar