Misteri Makam Berdarah di Kaltim, Ini Kesaksian Penjaga Kubur

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 9 Oktober 2017 11:50
Misteri Makam Berdarah di Kaltim, Ini Kesaksian Penjaga Kubur
Ada yang mengaitkan fenomena aneh ini dengan.....

Dream - Baru-baru ini publik dikejutkan dengan sebuah peristiwa tak lazim yang terjadi di Kalimantan. Sebuah kuburan di Pemakaman Muslim Bukit Damai Sentosa atau BDS II, Sungainangka, Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur tiba-tiba mengeluarkan cairan berwarna merah kental yang mirip darah segar.

Cairan tersebut mengeluarkan aroma amis khas darah. Aromanya bisa diendus hingga radius sekitar dua meter.

Keanehan pada makam ini tak pelak membuat warga penasaran dan berdatangan untuk menyaksikannya sendiri.

Warga penasaran dengan penyebab keluarnya cairan merah dari makam yang baru ada sekitar dua minggu itu.

Menurut warga setempat, sejak dikuburkan pada 15 September 2017 lalu, cairan merah terus keluar dari makam jenazah berinisial MA itu. " Ngeri eh mas, jadi nggak tega melihatnya," kata Winda, seorang warga Sungainangka.

 

 

1 dari 5 halaman

Diduga Ini Penyebabnya

Peristiwa aneh itu pun kemudian memunculkan rumor di kalangan warga. Ada sebagian orang yang mengaitkan kejadian aneh itu dengan riwayat hidup almarhum.

Sementara itu, Ali salah satu petugas penggali kubur di TPU BDS mengatakan, selama lima tahun bekerja, baru sekali ini ia mendapati fenomena aneh tersebut.

" Iya baru kali ini ketemu makam yang mengeluarkan darah seperti ini," tuturnya.

Ali menduga, keluarnya cairan disebabkan posisi makam yang berada tepat di samping saluran drainase. Sehingga menyebabkan air merembes dan membasahi makam.

 

2 dari 5 halaman

Keluarga Tak Merespon

Namun, kata Ali, air yang merembes harusnya meresap ke dalam tanah. " Ini malah menggenang di atas makam, jadinya ambles. Anehnya makam ini juga mengeluarkan darah," katanya terheran-heran.

makam berdarah© dream

(Foto: prokal)

Ali pun mengungkapkan, dirinya sudah menyampaikan perihal ini kepada ahli waris almarhum beberapa hari lalu. Ia juga menanyakan, apakah keluarga ingin makam diperbaiki atau ditimbun dengan tanah lagi. 

Sayangnya, pihak keluarga tak memberikan respons. " Makanya saya tidak berani kalau belum ada izin dari keluarga almarhum," tuturnya.

 

3 dari 5 halaman

Kata si Pemilik TPU

Terkait peristiwa menghebohkan ini, Kabid Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Balikpapan, Hairul Ilmi juga mengaku heran. " Itu yang kami juga belum tahu penyebab pastinya," terangnya.

Namun, kata Hairul, ini bisa jadi imbas dari terlalu banyaknya makam yang dipasangkan batu nisan dan kijing. Sehingga membuat serapan air berkurang. Karena itu, air kerap meluber dan membasahi makam.

" Apalagi kondisi makam di TPU BDS sudah sesak, sehingga resapan air berkurang. Kontur tanah juga bercampur antara pasir dan tanah lempung," terangnya.

(Sumber: pojoksatu.id

4 dari 5 halaman

Awal Mula Kejadian Misterius

Dream - Sebuah peristiwa tak lazim mendadak kejutkan publik. Salah satu kuburan di Permakaman Muslim Gunung Bahagia atau BDS II Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur, mengeluarkan cairan berwarna merah kental yang mirip darah.

Penjaga makam Ruslan mengatakan, cairan itu beraroma amis khas darah. " Kalau sehabis turun hujan dan kemudian panas aromanya langsung menyebar," kata Ruslan.

Berdasarkan pantauan, cairan tersebut memang mengeluarkan aroma amis meski tidak terlalu tajam. Aroma cairan itu bisa diendus hingga radius sekitar dua meter.

Ruslan menambahkan, seminggu yang lalu, makam milik Mastiah itu mengeluarkan cairan kuning.

" Waktu itu keluarga datang ziarah. Saya sempat menunggu perintah. Mungkin saja minta diuruk agar cairannya tidak kelihatan. Namun, ternyata mereka tidak minta," kata Ruslan.

 

5 dari 5 halaman

Sempat Didatangi Seorang Pria

Menurut Ruslan, makam itu sempat didatangi seorang pria beberapa waktu lalu. Namun, pria tersebut tak menunjukkan gelagat aneh selama di pemakaman.

" Hanya saja, memang pas saya tanya dia mengaku bukan pihak keluarga, bahkan tak punya hubungan keluarga," terang Ruslan.

Dia menambahkan, usai menabur bunga dan berdoa, peziarah itu meninggalkan lokasi makam 15 menit berselang.

" Saya tunggu keluarganya datang saja. Kalau tidak, saya tidak berani macam-macam," kata Ruslan.

(Sumber: sumut.pojoksatu.id)

Beri Komentar