Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (Reuters)
Dream - Gotabaya Rajapaksa akhirnya resmi melepaskan jabatan Presiden Sri Lanka, setelah parlemen menerima dan mengesahkan surat pengunduran dirinya pada Jumat 15 Juli 2022.
Surat pengunduran diri itu dikirim langsung dari Singapura. Gotabaya Rajapaksa memang mendarat di negeri tetangga Indonesia itu setelah sebelumnya berada di Maladewa usai kabur dari Sri Lanka.
Saat menjabat sebagai presiden, Rajapaksa punya imunitas, sehingga tidak bisa ditahan. Dia diduga melarikan diri dari negaranya sebelum mundur dari jabatan presiden untuk menghindari penangkapan setelah tidak lagi memimpin negeri itu.
Rajapaksa memang menghadapi sejumlah tuduhan, mulai korupsi dan kesalahan manajemen ekonomi yang menyebabkan Sri Lanka bangkrut.
Dia juga dituduh melakukan kejahatan perang, termasuk penghilangan paksa dan pembunuhan di luar proses hukum, selama menjabat sebagai menteri pertahanan ketika melawan minoritas Tamil, pada 2009.
Tuduhan ini sudah lebih satu dekade membeku, tak pernah sampai ke meja hijau. Maklum, Rajapaksa dan keluarga menjadi penguasa Sri Lanka selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya tumbang dan melarikan diri.
Menurut the Guardian, Rajapaksa kabur bersama istri dan pengawalnya terbang ke Maladewa dengan pesawat militer Antonov-32 yang lepas landas dari bandara internasional Kolombo pada Selasa lalu.
" Paspor mereka dicap dan mereka naik pesawat khusus angkatan udara," kata seorang pejabat imigrasi yang terlibat dalam proses tersebut.
Pejabat bandara mengatakan pesawat itu tertahan selama lebih dari satu jam di landasan tanpa bisa lepas landas menyusul kebingungan atas izin untuk mendarat di Maladewa.
" Ada saat-saat mengkhawatirkan, tetapi pada akhirnya semuanya berjalan baik-baik saja," kata seorang pejabat bandara. Namun pesawat itu akhirnya takeoff menuju Maladewa.
Sebelum kabur ke Maladewa, Rajapaksa dilaporkan mencoba pergi ke Dubai pada Senin malam. Namun, petugas imigrasi mencegahnya saat pergi ke area VIP bandara untuk menyetempel paspornya. Pria 73 tahun itu juga tak berani lewat jalur umum karena takut diburu massa.
Akibatnya, Rajapaksa ketinggalan empat penerbangan ke Uni Emirat Arab. Rajapaksa, istri, pengawal, serta selusin anggota keluarganya etrpaksa menginap di pangkalan militer terdekat.
Rajapaksa sepertinya menyiapkan sejumlah rencana untuk kabur. Pemerintah India dilaporkan telah menolak memberi izin pesawat militer Sri Lanka yang membawanya mendarat di bandara sipil mereka.
Sedangkan, sebuah sumber menyebut kedutaan Amerika Serikat menolak memberinya visa kunjungan. Rajapaksa memang pernah tinggal bertahun-tahun di AS dan punya seorang putra dan cucu di Paman Sam.
Rajapaksa yang dulu punya kewarganegaraan ganda melepaskan paspor AS miliknya untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Sehingga sekarang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa pengunjung.
Usai menumpang kapal patroli angkatan laut, Rajapaksa tiba di Maladewa pada Rabu, 13 Juli 2022 pukul 03.00 waktu setempat. Rajapaksa berada di Maladewa selama satu hari setelah melarikan diri dari Sri Lanka pada Rabu dini hari.
Perjalanan Rajapaksa di Maladewa tidak mudah. Di negara kepulauan itu, dia menghadapi demonstrasi yang dilakukan orang-orang Sri Lanka. Lusinan warga Sri Lanka itu mendesak pemerintah Maladewa untuk tidak memberi perlindungan kepada Rajapaksa.
" Teman-teman Maladewa yang terhormat, mohon desak pemerintah Anda untuk tidak melindungi para penjahat," demikian bunyi spanduk yang dibentangkan warga Sri Lanka yang berada di Maladewa.
Menurut Hindustan Time, beredar video --yang belum bisa diverifikasi-- menampilkan Rajapaksa berjalan keluar dari Bandara Internasional Velana di Maladewa. Saat itu pula muncul orang-orang yang meneriakinya.
Pada Kamis malam, 14 Juli 2022, Rajapaksa beserta istri dilaporkan telah berada di Singapura. Belum ada alasan pasti mengapa Rajapaksa memilih Singapura sebagai tempat bersembunyi selanjutnya.
Menurut Indian Express, keluarga Rajapaksa memiliki koneksi yang kuat di Singapura, dan kedua bersaudara Mahinda dan Gotabaya telah sering bepergian ke negara kota kecil itu untuk alasan medis.
Segera setelah kedatangannya di Negeri Singa itu, Rajapaksa telah mengajukan pengunduran dirinya melalui surel kepada Ketua Parlemen Sri Lanka, Mahinda Yapa Abeywardena.
Juru bicara Ketua Parlemen Indunil Yapa mengatakan surat itu sedang diteruskan ke jaksa agung yang akan mempertimbangkan implikasi hukum sebelum dapat diterima secara resmi.
Menurut Reuters, dokumen asli akan diterbangkan dari Singapura ke Kolombo " sesegera mungkin" atas permintaan Abeywardena, yang meminta untuk melihat salinan aslinya sebelum secara resmi mengumumkan pengunduran diri.
Kantor Parleman mengatakan Kamis malam pengunduran diri akan diumumkan secara resmi pada pukul 07.30 pagi waktu setempat (10.00 pagi waktu Singapura) pada hari Jumat. Rencana pertemuan kembali Parlemen pada hari Jumat ditunda lebih awal tanpa ada tanggal baru yang dikonfirmasi.
Tidak jelas berapa lama dia akan tinggal di Singapura atau apakah dia memiliki tujuan lain setelahnya. Namun, sebuah sumber mengatakan bahwa Rajapaksa mungkin akan meninggalkan negara itu dan menuju Arab Saudi.
Dilansir dari Al Jazeera, seorang pejabat yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa Rajapaksa akan meninggalkan Singapura dan terbang menuju Jeddah, Arab Saudi. Namun, belum diketahui kapan ia akan meninggalkan negara itu.