Pemain Bola Basket Berhijab
Dream - Pemain basket kini boleh mengenakan penutup kepala yang menjadi simbol agama, seperti hijab dan turban. Federasi bola basket internasional (FIBA) mengumumkan aturan itu pada Selasa kemarin.
Laman Al Arabiya, Kamis 18 September 2014, memberitakan, aturan itu akan diujicobakan selama dua tahun dalam kompetisi bola basket. Selama uji coba, para pemain diizinkan mengenakan hijab maupun turban.
Sebelumnya, FIBA hanya membolehkan pemain mengenakan ikat kepala selebar lima sentimeter untuk mengikat rambut dan menyerap keringat. Aturan tersebut dinilai diskriminatif bagi pemain Muslim maupun pengikut Sikh, yang harus mengenakan hijab maupun turban sebagai kewajiban agama.
“ Kami menyambut baik perubahan kebijakan yang diambil oleh FIBA sebab mereka membolehkan Muslim, Sikh, dan lainnya yang mengenakan penutup kepala sesuai ajaran agama untuk ambil bagian dalam olahraga yang mereka cintai dengan tetap memelihara keyakinan mereka,” kata Ibrahim Hooper, Direktur Komunikasi Nasional Badan Hubungan Islam-Amerika.
“ Fiba harus diberi ucapan selamat karena telah merespons positif semua ini yang mencari alasan rasional untuk mengakomodasi atlet dari semua keyakinan,” tambah Ibrahim.
Indira Kaljo, Muslim keturunan Amerika-Bosnia yang bermain di Tulane, mengaku gembira saat mendengar berita ini. Dia mengatakan kebijakan itu merupakan, “ langkah pertama yang menakjubkan.”
Kaljo mengaku selama ini terpaksa tidak mengenakan hijab di sekolah atau saat bermain basket secara profesonal di Irlandia. Tapi dia kemudian memutuskan untuk taat pada agama dengan memilih tetap mengenakan hijab. Konsekuensinya, dia tidak bisa tampil di ajang internasonal.
Dia bermain dengan hijab di kepala pada liga musim panas Amerika dan menyatakan tidak ingin kembali ke Eropa jika tidak diperkenankan megenakannya. “ Saya akan sangat senang kembali bermain di Bosnia sekarang atau di beberapa negara lainnya,” kata dia.
Selama dua tahun uji coba, federasi basket nasional harus mengajukan pemberitahuan kepada FIBA untuk mengizinkan pemain yang akan mengenakan penutup kepala. Ketika di setujui, federasi diharuskan memberikan laporan dua kali dalam setahun. FIBA juga menyatakan akan mengizinkan pemain untuk mengenakan penutup kepala dalam kompetisi 3 on 3.
FIBA akan melakukan evaluasi kebijakan ini pada 2015 dan menentukan apakah uji coba di tingkat paling rendah bisa dimulai pada musim panas yang akan datang. Kajian menyeluruh akan dilakukan pada 2016 untuk menentukan apakah perubahan kebijakan ini akan diberlakukan secara permanen setelah Olimpiade 2016 atau tidak.