Pengakuan Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 16 November 2018 11:46
Pengakuan Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi
HS ditangkap di Garut, Jawa Barat, saat hendak naik gunung.

Dream - Polisi telah meringkus HS, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Saat menjalani pemeriksaan awal, HS ngotot tidak mengakui perbuatannya.

" Yang bersangkutan masih mengelak, artinya bahwa dia tidak lakukan apa-apa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, dikutip dari Pojoksatu.

Argo mengatakan HS beralibi sedang berada di kos saat peristiwa nahas itu terjadi. Dia berdalih tidak tahu ada pembunuhan karena tidur terlelap.

" Katanya dia memang tidur di situ (rumah korban)," kata Argo.

Jawaban HS tidak membuat polisi langsung percaya. HS terus diinterogasi penyidik.

" Akhirnya yang bersangkutan dibawa ke Jakarta untuk diinterogasi, tapi ini penyidik yang akan dalami," kata Argo.

 

1 dari 3 halaman

Akui Bunuh Korban dengan Linggis

Penyidik terus mendesak HS untuk mengakui perbuatannya. Akhirnya, HS tidak bisa mengelak setelah sejumlah barang bukti mengarah padanya.

" HS akhirnya mengakui yang membunuh," kata Argo.

Dia menjelaskan HS menghabisi nyawa dua korbannya Deparum Nainggolan dan Maya Ambarita menggunakan linggis. HS kemudian mencoba membuang barang bukti tersebut.

" Linggis dibuang HS di Kalimalang," kata Argo.

Sementara dua korban lainnya yang merupakan anak Deparum dan Maya, Sarah Nainggolan dan Arya Nainggolan, dibunuh HS dengan cara dibekap. " Sampai kehabisan napas," terang Argo.

 

2 dari 3 halaman

Pembunuhan Bermotif Dendam

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menyatakan HS resmi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan keluarga di Pondok Gede pagi tadi. Menurut Dedi, latar belakang peristiwa keji ini adalah dendam.

" Sementara ini motifnya dendam ya," kata Dedi.

Tetapi, Dedi belum bisa memberikan keterangan lebih jauh mengenai hasil pemeriksaan. Pihaknya tengah menunggu hasil uji laboratorium forensik untuk pencocokan darah yang ditemukan pada pakaian milik HS dengan darah di lokasi kejadian.

 

3 dari 3 halaman

Ditangkap Saat Hendak Mendaki Gunung

HS ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat pada Rabu malam, 14 November 2018, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat ditangkap, HS berniat hendak mendaki gunung.

" Dari pengakuan, yang bersangkutan ini mau naik gunung, bawa tas besar," ucap Argo.

Dari tas HS, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti kunci mobil korban yang diparkir di kontrakan pelaku di Cikarang Utara. Selain itu, uang Rp4 juta dan ponsel milik korban.

Pada tangan HS ditemukan luka yang telah diobati. HS sempat berobat ke klinik yang buka 24 jam di dekat kontrakannya di Cikarang.

" Yang bersangkutan pada jam 5 pagi berobat ke klinik Cikarang. Ditanya sama perawat katanya jatuh," kata dia.

Selain itu, polisi juga menggeledah kamar di kontrakan HS. Di sana, polisi menemukan sebuah celana panjang dengan bercak darah.

" Kita ambil buat sampel dan akan kita cocokkan. Kita tunggu hasil labfor, darah ada di mobil, di kos, dan TKP apakah sama," ucap Argo.

Sumber: Pojoksatu

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More