Pendekar Cimande Obati Korban Gempa, Tulang Patah Tersambung Lagi

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 14 Agustus 2018 08:01
Pendekar Cimande Obati Korban Gempa, Tulang Patah Tersambung Lagi
Mereka membantu menyembuhkan para korban gempa yang mengalami patah tulang.

Dream - Gempa Lombok mengundang keprihatinan dari dalam hingga ke luar negeri. Tidak sedikit orang tergerak untuk membantu baik dalam bentuk donasi maupun menjadi relawan.

Tidak ketinggalan lima orang pendekar Cimande yaitu Iwan, Suheli, Aung, Asep, dan Ikhwan. Mereka menyeberangi lautan demi bisa membantu meringankan para korban gempa Lombok.

Mereka bergabung dengan Tim Relawan Radar Bogor yang terdiri dari tenaga kesehatan, dokter, dan perawat. Selama lima hari di Lombok, tim yang terdiri dari 11 orang ini menyambangi sejumlah titik pengungsian.

Sedikitnya 1.000 korban gempa ditangani tim ini. Sebagian korban menderita patah tulang pada tumit, telapak kaki, serta tangan. Sementara sebagian lainnya mengalami diare, sakit kepala, dan trauma psikis.

Salah satu pendekar Cimande, Ikhwan, mengatakan dari sejumlah korban yang dia tangani rata-rata mengeluh ngilu. Ada juga yang mengalami patah tulang di bagian tumit, kaki, maupun bahu.

" Di hari pertama sampai sekarang, sekitar 300-an lah yang mengalami patah tulang bagian tumit. Belum lagi kaki bengkak akibat tertindih bangunan, 400-an kira-kira," kata Ikhwan, dikutip dari pojoksatu.id.

1 dari 2 halaman

Tulang Patah Tersambung Kembali

Sejumlah korban merasakan betul manfaat dari keahlian para pendekar Cimande itu. Kesakitan yang mereka alami dapat berkurang.

Seperti dituturkan Mahrib, 58 tahun. Warga Kampung Lembah Sari, Kecamatan Batu Layar ini mengalami keseleo di pergelangan kaki akibat berlari menyelamatkan diri.

Cimande di Lombok

Mahrib mengatakan rumahnya yang terletak di bukit sudah roboh. Beruntung, dia bisa menyelamatkan diri.

" Karena takut ada longsor, kita panik. Pas ada belokan langsung keseleo kaki. Sudah langsung gak bisa berdiri," kata Mahrib.

Sepekan lamanya usai gempa 7 SR, Mahrib tidak bisa berdiri apalagi berjalan. Dia hanya bisa terbaring di tempat tidur pengungsian.

 

2 dari 2 halaman

Karena Minyak Mujarab

Keluhan Mahrib langsung ditangani Ikhwan. Dari hasil pemeriksaannya, Ikhwan menyimpulkan tulang kaki Mahrib sudah tidak menyatu lagi.

Cimande di Lombok

" Ya Allah, ini kan tulangnya sudah patah," kata Ikhwan.

Ikhwan dibantu pendekar Cimande lainnya segera membuat kayu penyangga Mahrib. Kayu itu diikatkan di bagian bawah tumit korban.

Ikhwan lalu mengusapkan minyak khas Cimande ke kaki Mahrib. Beberapa saat kemudian, Mahrib merasakan sakitnya berkurang. Dia bisa berjalan meski dibantu tongkat.

Sumber: pojoksatu.id

Beri Komentar