Petugas Lengah, Pasien Positif Covid-19 Melarikan Diri dari RSUP Persahabatan

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 13 Maret 2020 16:12
Petugas Lengah, Pasien Positif Covid-19 Melarikan Diri dari RSUP Persahabatan
Diduga keluarga pasien itu menunggu di luar rumah sakit.

Dream - Satu pasien virus corona, Covid-19, melarikan diri dari ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan.

" Ada satu pasien yang diam-diam keluar," kata dokter spesialis paru, RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, Jumat, 13 Maret 2020.

Erlina mengatakan, pasien positif Covid-19 itu melarikan diri RSUP Persahabatan saat petugas lengah. Pasien itu melarikan diri bersama keluarganya.

Erlina mengatakan, keluarga pasien itu diduga sudah menunggu di luar rumah sakit.

Pasien yang positif Corona-19 itu berjenis kelamin perempuan. Pihak rumah sakit mengetahui pasien tersebut kabur saat pasien itu tak ada di ruang isolasi.

" Ruang isolasi ini kan bukan seperti penjara, ada pintu masuknya juga. Kita tahu pas dia sudah keluar," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie

1 dari 4 halaman

Giliran Foto Data Covid-19 Bogor Viral, Ini Kata Bima Arya

Dream - Sebuah gambar berisi data 20 warga Kota Bogor, Jawa Barat, beredar di media sosial. Mereka disebut berpotensi tertular virus corona.

Dalam foto yang beredar tercantum tanggal pengambilan yaitu 10 Maret 2020. Dari data itu, ada 13 laki-laki dan 7 perempuan masuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP) tersebar di beberapa kecamatan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, membenarkan data itu. Tetapi, dia menegaskan status 20 warga itu adalah ODP atau Orang Dalam Pengawasan, bukan suspect Covid-19.

" Data itu merupakan ODP. Bukan merupakan suspect. Sebagian dari mereka sudah selesai diobservasi dan diperbolehkan pulang," ujar Bima.

Status ODP ditetapkan berdasarkan beberapa alasan. Salah satunya, baru bepergian dari luar negeri. " Mereka dipantau antara lain karena pulang dari luar negeri," terang Bima.

Viral Foto Data Corona di Bogor© Dream

Dalam data itu disebutkan dua orang diobservasi di Puskesmas Bogor Timur, tiga orang di Puskesmas Bondongan, dua orang di Puskesmas Gang Kelor, satu orang di Puskesmas Semplak, satu orang di Puskesmas Pasir Mulya.

Satu orang di Puskesmas Sindang Barang, tiga orang di Puskesmas Sempur, dua orang di Puskesmas Tanah Sareal, satu orang di Puskesmas Mekarwangi, tiga orang di Puskesmas Kedung Badak, dan satu orang di Puskesmas Tegal Gundi.

2 dari 4 halaman

Tidak Rawat Inap

Bima mengatakan para pasien ini tidak dirawat di puskesmas. Mereka diperiksa dokter lalu dibolehkan pulang. " Kemudian masuk pemantauan petugas surveilance puskesmas," ucap dia.

Plt Kadinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan 20 orang tersebut ditetapkan sebagai ODP karena punya riwayat bepergian ke negara yang memiliki kasus infeksi virus corona.

" Itu data ODP karena riwayat bepergian ke negara terjangkit dalam rentang waktu 14 hari. Meski tanpa gejala, kita pantau supaya apabila ada gejala segera kita periksa dan obati atau rujuk," kata dia. Sebelumnya, foto-foto Gubernur Anies Baswedan berlatar belakang penyebaran Covid-19 di KRL Jakarta-Depok-Bogor juga sempat viral. (Sumber: /Rasyid Ali)

 

 
3 dari 4 halaman

Viral Foto Anies Baswedan 'Kontaminasi Corona Terbesar di KRL', Ini Kata KAI

Dream - Dunia maya tengah viral foto Gubernur Anies Baswedan dengan latar belakang penanganan virus Corona di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dalam foto yang diterima Dream.co.id, dalam foto itu terlihat Anies Baswedan yang memakai baju dinas sedang memberikan pengarahan kepada jajarannya.

Di belakang Anies, terlihat layar raksasa bertuliskan 'Waspada risiko COVID-19 via transportasi publik...' Tampak Sekda DKI Saefullah terlihat duduk di jajaran depan. Sementara Gubernur Anies berdiri di belakang podium. 

Yang menjadi perhatian, dalam foto itu terdapat tanda yang melingkari kalimat sebagai berikut: 

" Risiko kontaminasi terbesar terjadi di wilayah KRL-2, atau Rute Bogor-Depok-Jakarta Kota.'"

Mengenai viralnya foto itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagi operator pelaksana KRL rute Jakarta-Depok-Bogor akhirnya angkat bicara.  

Menurut Kepala Humas DAOP I KAI, Eva Chairunisa, risiko penularan virus corona tak hanya terjadi di KRL.

“ Risiko kontaminasi bisa terjadi di semua area publik,” kata Eva ketika dihubungi Dream melalui pesan tertulis di Jakarta, Rabu 11 Maret 2020.

DAOP I KAI, lanjut Eva, berkoordinasi dengan PT KAI Commuter Indonesia dan PT Railink untuk sosialisasi dan pencegahan virus corona. Stasiun-staisun sudah melakukan sosialisasi upaya pencegahan.

“ Ini memang transportasi publik, maka perlu kerja smaa dari para pengguna jasa untuk saling menjaga,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Teka-teki Penularan Virus Corona ke Pasien 27 Terkuak

Dream - Teka-teki penularan virus Corona baru, Covid-19, kepada pasien nomor 27 akhirnya terungkap. Pasien tersebut terinfeksi setelah melakukan kontak dengan pasien kasus 20.

" Pasien nomor 27 yang kemarin belum kami dapat kepastian penyebabnya, sudah dapat laporan dari petugas dari yang melakukan contact tracing. Pasien nomor 27 adalah kontak dekat pasien nomor 20," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 12 Maret 2020.

Menurut Yuri, pasien nomor 20 masih dirawat di salah satu rumah sakit rujukan. Saat ini, tambah dia, tim tengah melakukan tracing orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien 27.

" Kami mencari ada tidak yang kontak dengan pasien 27," kata Yuri.

Beri Komentar