Penjepit Pelanggar Lockdown India (World Of Buzz)
Dream - Kejahatan modern membutuhkan solusi modern juga. Hal inilah yang dilakukan para polisi di India untuk menghukum orang-orang yang melanggar peraturan pemerintah.
Tindakan yang diterapkan polisi India bermacam-macam seperti pemukulan, sit-up. Bahkan ada yang menghukum pelanggar dengan membuat tulisan sumpah sebanyak 500 kali.
Penggunaan cara tersebut dianggap kurang efektif dalam menerapkan kebijakan 'social distancing' di masa pandemi Covid-19.
Direktur Jenderal Polisi India untuk Chandigarh, Sanjay Beniwal, telah menemukan metode kreatif untuk menangkap para pelanggar kebijakan lockdown sembari tetap menerapkan social distancing. Caranya dengan menciptakan penjepit raksasa.
Dibagikan melalui akun twitter resminya, DGP Chandigarh Police, @DgpChdPolice pada 25 April lalu, terlihat penjepit raksasa tengah beraksi dalam penggambaran seorang polisi yang agak lucu namun dramatis dalam menangkap seorang penjahat.
Cara ini menunjukan tidak ada kejahatan yang tidak bisa dijangkau oleh polisi, terutama di masa Covid-19. Karena pihak kepolisian India sudah memiliki cara-cara cerdik.
Dalam video tersebut, tertulis narasi " Tim Keamanan VIP Kepolisian Chandigarh telah menemukan cara unik untuk menangani tersangka corona yang tidak bekerjasama pada saat pemberlakuan jam malam."
Video tersebut memperlihatkan seorang perwira polisi yang sedang menggunakan tiang enam kaki dan dua cakar lengkap disertai dua cabang di ujungnya untuk menahan tersangka.
Penemuan ini dilakukan sebagai pemecahan solusi dalam menjalankan kebijakan social distancing di tengah pandemi covid-19, petugas dalam video tersebut juga terlihat menggunakan masker beda demi menjaga keselamatan diri.
Polisi kemudian menjepitkan alat tersebut di pinggang pelaku dan memaksanya naik ke truk pick up kepolisian.
Kepala Polisi Chandigarh, Gurdeep Singh, mengatakan alat ini dinamai 'penjepit social distancing'. Disebut juga 'penangkap penghenti kuncian'.
" Alat ini digunakan dalam kasus di mana kami mencurigai seseorang memiliki virus corona dan mereka tidak mau bekerjasama dengan kami," kata Gurdeep.
Petugas kepolisian Chandigarh masih berlatih dalam menggunakan alat tersebut untuk menangkap para pelanggar kebijakan.
Diketahui Chandigarh merupakan ibukota gabungan negara bagian Haryana dan Punjab di India. Daerah ini telah ditetapkan sebagai 'red-zone' dengan kasus Covid-19 yang tinggi.
Sumber: World of Buzz
VIP Security wing of Chandigarh Police has devised this unique way of tackling non-cooperating corona suspects and curfew breakers.
Great equipment, great drill !!!
Way to go @ssptfcchd and Insp Manjit, HCt Gurdeep, HCt Pawan and Ct Usha pic.twitter.com/oTLsGoe6yt— DGP Chandigarh Police (@DgpChdPolice)April 25, 2020