Indeks Pemulihan Covid-19: China Melorot, Indonesia Melesat

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 8 Oktober 2021 08:00
Indeks Pemulihan Covid-19: China Melorot, Indonesia Melesat
Langkah penanganan Covid-19 di China menjadikan new normal tertunda.

Dream - China sempat menjadi negara yang mampu pulih dari Covid-19 dengan cepat. Tetapi, prestasi itu belakangan terkoreksi akibat kasus Covid-19 yang kembali tinggi.

Dalam Indeks Pemulihan Covid-19 Nikkei terkini, China menempati urutan 9. Padahal, Negeri Tirai Bambu ini sempat bertengger di peringkat 1.

Ini disebabkan pendekatan tanpa toleransi yang dilakukan China dalam menekan pandemi. Akibatnya, kondisi new normal tidak bisa terwujud dalam waktu cepat.

Indeks tersebut menilai upaya negara terkait manajemen infeksi, peluncuran vaksin, dan mobilitas sosial. Semakin tinggi peringkatnya, maka semakin mendekati pemulihan dengan indikator infeksi yang rendah, tingkat vaksinasi yang lebih tinggi, dan jaga jarak yang diperlonggar.

 

1 dari 2 halaman

China Selalu Ranking 1, Tapi Kini Jatuh

China telah mengambil posisi teratas sejak indeks tersebut pertama kali diterbitkan pada Juli berkat jumlah kasus yang rendah dan tingkat vaksinasi yang tinggi. Tetapi skor mobilitas masih rendah, menempatkan negara tersebut di peringkat 105 dari 121 negara pada September 2021.

Berdasarkan data resmi, China telah memberikan lebih dari 2,2 miliar dosis vaksin Covid-19 dan telah memvaksinasi lebih dari 70 persen populasinya. Namun demikian, negara ini mempertahankan kontrol perbatasan yang ketat dan pembatasan mobilitas.

China segera mengunci kota dan daerah pedesaan setiap kali ada kasus terkonfirmasi, membatasi jumlah penerbangan dari luar negeri dan memberlakukan periode karantina yang panjang hingga tiga atau empat minggu pada pelancong yang masuk.

Penerbangan internasional ke China turun lebih dari 90 persen pada September dibandingkan dengan tingkat pra-pandemi, menurut Cirium, sebuah perusahaan data dan analitik penerbangan.

 

2 dari 2 halaman

Bagaimana dengan Indonesia

Pemerintah China diperkirakan tidak akan melakukan pelonggaran untuk satu tahun lagi. Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Agustus, Economist Intelligence Unit memperkirakan kontrol mobilitas yang ketat akan tetap diberlakukan hingga kuartal ketiga 2022.

Beberapa negara Asia Tenggara naik peringkat dengan kasus menurun dan vaksinasi berkembang pesat. Indonesia naik ke peringkat 54 dari 92, sedangkan Malaysia naik ke 102 dari 115.

Tetapi, dua tempat terakhir masih ditempati oleh negara-negara anggota ASEAN. Filipina dan Laos. Sedangkan Vietnam berada di urutan keempat dari bawah, dikutip dari Nikkei.

Beri Komentar