Seorang Pria Memanjat Baliho Di Grogol, Jakarta (Twitter: @c_munir)
Dream - Seorang pria asal Nusa Tenggara Timur, Martinus nekat memanjat papan reklame di daerah Grogol, Jakarta Barat. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.
" Dia naik sekitar pukul 05.00 WIB, lokasinya di Jalan S Parman samping halte Transjakarta Grogol 2, dekat tugu 12 Reformasi Kampus Trisakti," kata Wakapolsek Tanjung Duren, AKP Sugiran saat dikonfirmasi, Jumat, 9 Desember 2016.
Sugiran berucap pada saat kejadian, polisi berusaha membujuk Martinus agar mau turun. Upaya polisi dibantu oleh tim pemadam kebakaran, serta seorang pengacara bernama Setiyono dari Lembaga Bantuan Hukum Tri Sakti.
Martinus, lanjut dia, diduga mengalami tekanan mental. Ini lantaran ia pernah berkonsultasi dengan Setiyono terkait kematian keponakannya yang bernama David di NTT.
© Dream
Tim penyelamat sempat berusaha melakukan negosiasi dengan Martinus. Tetapi, ia menolak dan malah melemparkan sebuah kertas yang berisi tujuh nama agar menemuinya di lokasi.
" Dia sempat lempar kertas berisi tujuh nama orang untuk ketemu dengannya langsung. Kita sudah nego dengan dia bisa turun, tapi dia sempat nggak mau turun," ucap dia.
Selain itu, Martinus juga sempat mengibarkan Bendera Merah Putih. Dia juga sempat memasang spanduk hitam bertuliskan 'jual organ tubuh, selamat hari HAM' dan spanduk hitam lainnya bertuliskan 'tangkaplah daku akan aku berikan pembunuh anak yatim piatu padamu DPR, KPAI, KPPPA'.
Setelah upaya panjang, polisi akhirnya berhasil menurunkan Martinus dari atas papan reklamasi. " Berhasil diturunkan sekitar pukul 09.25 WIB," ujar Sugiran.
Saat ini, pelaku kini tengah dimintai keterangan di Mapolsek Tanjung Duren.
Advertisement

Hidupkan Ramadanmu, Teh Celup Sosro Hadirkan Kehangatan Berbuka

OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%


Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia

Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia


OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%