Restoran Cuma Mau Layani Turis Asing, Pemilik Kena `Tulah`

Reporter : Sugiono
Jumat, 19 Juli 2019 10:48
Restoran Cuma Mau Layani Turis Asing, Pemilik Kena `Tulah`
Alasannya benar-benar mengejutkan. Selama ini turis Jepang dikenal sebagai wisatawan yang punya etika, tapi ternyata..

Dream - Sebuah restoran di Ishigakijima Island, Jepang, merasa kesal dengan kelakuan buruk para turis lokal. Tak ingin lagi mendapat gangguan, sang pemilik tempat makan itu memutuskan hanya melayani turis asing. 

Restoran kecil itu bernama Yaeyama Style. Dengan sajian utama ramen. tempat makan kecil di Prefektur Okinawa tersebut seharusnya sedang menikmati padatnya pengunjung yang mengantre makanan sepanjang tahun ini.

Tetapi pemilik restoran bernama Akio Arima mengatakan hanya mampu menjual beberapa mangkuk ramen dalam beberapa hari terakhir.

Keputusan Akio melarang turis lokal membuat restorannya sepinya pengunjung. Akio sepertinya sadar jika aturan tersebut membuatnya harus siap menelan rugi. 

1 dari 4 halaman

Tidak Menerima Pelanggan Jepang

Melalui pemberitahuan di pintu depan restoran, Akio memberitahu pelanggan Jepang tidak lagi diterima di Yaeyama Style karena perilaku buruk mereka.

Larangan bagi pelanggan Jepang itu berlaku mulai bulan ini hingga bulan Oktober. Untuk sementara Yaeyama Style hanya menerima turis asing.

Keputusan drastis Akio menuai kontroversi di kalangan turis Jepang. Namun dia merasa keputusannya itu benar.

Akio terpaksa membuat aturan karena sudah tidak tahan dengan kelakuan buruk turis lokal saat makan di restoran.

Sementara dengan orang asing, Akio tidak pernah mendapatkan masalah sehingga lebih mengutamakan mereka.

2 dari 4 halaman

Pelanggan Jepang Susah Diatur

SoraNews24 melaporkan karena Yaeyama Style adalah restoran kecil, maka Akio minta pelanggan untuk memesan satu porsi untuk masing-masing orang.

Namun, meski sudah memasang aturan tersebut, pelanggan lokal lebih suka berbagi satu mangkuk ramen untuk dua orang.

Selain itu, mereka juga membawa makanan dan minuman dari luar. Larangan untuk tidak membawa bayi atau anak kecil juga tidak digubris.

Lelah dengan tingkah turis lokal yang susah diatur, Akio memutuskan untuk melarang mereka makan di Yaeyama Style.

3 dari 4 halaman

Ngotot Terapkan Aturan Meski Rugi

" Turis Jepang berpikir pelanggan adalah Tuhan. Sikap itu diperparah dengan perilaku turis lokal yang buruk. Jadi tindakan saya sudah benar," kata Arima.

Dia mengatakan dua hari setelah memasang pemberitahuan, Yaeyama Style hanya menerima dua pelanggan asing.

Akio menyadari keputusannya membuat turis lokal banyak yang mengeluh dan protes.

" Memang sulit dari segi ekonomi. Tapi saya akan tetap menerapkan aturan itu," katanya.

4 dari 4 halaman

Membuat Pelanggan Berbasis Keanggotaan

Pria 42 tahun itu menyadari keputusannya sangat drastis. Arima mengatakan sebenarnya tidak semua pelanggan Jepang berkelakuan buruk.

Ada juga pelanggan yang mau menuruti peraturan yang dia buat di Yaeyama Style. Untuk itu, Arima berencana membuat pelanggan berbasis keanggotaan.

" Mereka boleh makan di restoran ini setelah menjadi anggota. Dengan begini, mereka pasti akan mematuhi etika yang kami buat," katanya.

(Sah, Sumber: OddityCentral.com)

Beri Komentar