SMS Haru Ibu Mohon Putrinya Lepas Hijab Usai Trump Menang

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 10 November 2016 12:30
SMS Haru Ibu Mohon Putrinya Lepas Hijab Usai Trump Menang
Sang ibu wanita yang sangat religius. Tapi dia khawatir dengan keselamatan putrinya.

Dream - Kemenangan Donald Trump dalam Pemilu AS menyisakan kecemasan. Banyak warga AS yakain masa-masa menakutkan akan muncul dengan terpilihan Trump. Salah satunnya ditunjukan seorang remaja muslimah AS yang mendapat pesan menyayat hati dari ibunya.

Sang ibu mengirim pesan beberapa saat setelah mendengar berita kemenangan Trump.

Gadis itu baru berusia 19 tahun. Namanya Janna. Menggunakan akun Twitter dengan nama @harryonmen, dia mengunggah pesan haru tersebut.

" Ibuku baru saja mengirim pesan " Aku mohon jangan memakai hijab" dan dia adalah sosok paling religius di keluarga kami..." unggah Janna dalam akunnya tersebut. 

Ibunya seperti mengirim pesan menyanyat tersebut karena takut orang yang memakai hijab akan menjadi sasaran dari kampanye kebencian yang dibuat Trump selama masa kampanye.

 

1 dari 5 halaman

Sang Ibu Berkorban

Janna menegaskan sebetulnya dia takkan menangis dengan hasil Pemilu AS kali ini. Namun hatinya hancur saat mengetahui sang ibu mengorbankan keyakinannya selama ini untuk dirinya, untuk melindunginya.

Sebelumnya, Trump memang senantiasa menyatakan kaum muslim akan dilarang memasuki AS jika dia menjadi presiden. Kekhawatiran itu beralasan. Publik masih teringat dengan keputusan mengejutkan Inggris keluar dari Uni Eropa yang diikuti meningkatnya kebencian terhadap para imigran.

Janna yang ikut serta dalam aksi protes Twitter Blackout melawan kemenangan Trump diketahui telah mengubah foto profilnya menjad kotak hitam.

(Sah/mirror.co.uk)

 

 

2 dari 5 halaman

Surat Menyentuh Bocah SD Muslim Buat Donald Trump

Dream - Seorang bocah SD Muslim asal Oak Brook, Illionis, Amerika Serikat, Sakeena Ahmed, 9 tahun, mengirimkan sepucuk surat kepada calon presiden AS, Donald Trump. Surat tersebut dikirimkan sebelum Donald Trump memastikan diri menjadi penghuni baru Gedung Putih.

Sakeena tumbuh dalam merasakan betul tekanan yang dialamatkan kepada umat Islam Amerika di masa-masa kampanye pemilihan presiden. Menurut dia, semua karena Donald Trump.

Apa yang dilakukan bocah ini sangat luar biasa. Dia menulis surat terbuka untuk Trump, berharap calon presiden pemenang pemilu AS itu berubah setelah membaca surat dari Sakeena.

" Harapan saya hanyalah Anda jadi baik," tulis Sakeena. " Dan saya berharap surat ini membuat Anda menjadi baik," tulis dia.

 

3 dari 5 halaman

Jadi Muslim Sedikit Sulit

Dalam tulisannya, gadis cilik ini meminta Trump membayangkan rasanya berada di bawah sepatu. " Menjadi Muslim sedikit sulit. Bayangkan jika semua orang membenci agamamu," tulis dia.

Sakeena lalu membagi kisah tentang sepupunya berusia 9 tahun, yang selalu ditanya oleh teman-teman satu tim sepakbolanya mengapa tidak pernah memakai celana pendek.

Sepupunya lalu mendengar gadis-gadis itu berkata, 'dia tidak seperti kita'.

" Maksud saya, seperti, tidakkah kita semua manusia? Jika itu adalah dirimu, seberapa sakit perasaanmu?" tanya Sakeena.

 

4 dari 5 halaman

Kami Ingin Damai

Ucapan mengandung Islamofobia telah menjadi bagian penting dalam kampanye Trump, mulai dari ide kontroversialnya melarang Muslim masuk AS hingga serangan pribadinya kepada ibu seorang tentara Muslim yang tewas.

" Anda bilang kami teroris. Kami jelas tidak melakukan apa yang Anda katakan. Ayah saya seorang dokter. Ini bukti kami baik! Kami tidak jahat. Kami ingin damai seperti Anda!" kata Sakeena.

Surat bocah SD untuk Trump© huffingtonpost.com

Kepada Huffingtonpost, ibu Sakeena, Aamina Ahmed, sejak kampanye dimulai, banyak komentar negatif Trump tentang Muslim, orang-orang Meksiko, dan imigran menjadi topik diskusi di rumahnya dan di sekolah Sakeena.

 

5 dari 5 halaman

Takut Dipulangkan

Bocah kelas IV SD dan adik laki-lakinya selalu bertanya pada ibunya jika ayah mereka, yang lahir di India, akan dipulangkan lagi ke India jika Trump menang.

Aamina mengatakan surat itu muncul setelah putrinya bertanya pada dia mengapa banyak orang Amerika yang membenci Muslim.

" Untuk meredakan ketegangan, kami berdiskusi tentang hak kami sebagai warga AS serta apa yang tidak bisa kami ambil dari AS," kata Aamina.

" Selain itu, ada banyak warga AS yang percaya pada hak-hak dan akan berjuang melindungi mereka dan kebesaran negeri ini. Meskipun saya pribadi punya masalah dan kekhawatiran saya sendiri, ini merupakan satu-satunya cara saya membuat mereka lebih baik dan tidak mempedulikan hasil pemilu ini," tulis Aamina.

Sumber: huffingtonpost.com

Beri Komentar