Dream - Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia atau Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) meluncurkan hasil investigasi awal terhadap dugaan korupsi yang dijeratkan kepada Perdana Menteri Najib Razak.
Laporan tersebut menyatakan dana sebesar 700 juta dolar Amerika Serikat, setara Rp9,4 triliun yang masuk ke rekening pribadi Najib itu bukan berasal dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB), lembaga pengelola dana investasi bentukan sang PM. SPRM menyebut dana tersebut merupakan sumbangan.
Dikutip Dream dari bernama.com, pejabat SPRM menyatakan laporan tersebut masih berupa temuan awal. Proses penyidikan terhadap kasus ini terus berjalan.
Pejabat SPRM pun menjamin penyidikan akan berjalan secara independen dan bebas dari intervensi. " SPRM tidak akan membiarkan adanya intervensi dalam proses penyidikan yang dijalankan," ujar pejabat SPRM.
Laporan tersebut cukup membuat publik Malaysia tercengang. Ini lantaran hasil tersebut dibuka setelah Najib mencopot Abdul Gani Patail dari jabatan Jaksa Agung. Patail sendiri merupakan sosok yang memimpin proses penyidikan skandal 1MDB tersebut.
BBC International melaporkan, meski SPRM menyatakan dana tersebut berasal dari donatur, tidak diketahui asal dana itu dan akan digunakan untuk apa. Jurnalis media ini sendiri, Jennifer Pak, bahkan sempat mendesak SPRM dengan pertanyaan, namun tidak mendapat jawaban.
Partai-partai oposisi dan sejumlah aktivis menyimpulkan PM Najib telah menggunakan kekuatan dan pengaruhnya untuk mengintervensi penyidikan kasus 1MDB. Termasuk juga mempengaruhi SPRM.
Sumber: bernama.com | bbc.com
Advertisement