Muslimah Berdoa Di Masjid (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Malam Nisfu Syaban baru saja berlalu. Banyak umat Islam menyambut penuh suka cita dengan meningkatkan amalan ibadah sunah mereka.
Tidak sedikit umat Islam meraih keutamaan Syaban dengan memperbanyak puasa sunah. Selain itu, ada juga yang membanyakkan doa dan zikir.
Bisa dikatakan, Nisfu Syaban merupakan puncak dari keutamaan Syaban. Meski demikian, umur Syaban sendiri belum berakhir setelah tanggal 15.
Lantas, apakah tetap dibolehkan berpuasa usai Nisfu Syaban?
Dikutip dari NU Online, para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi puasa usai Nisfu Syaban. Sebabnya, terdapat hadis riwayat Imam Bukhari yang berisi larangan dari Rasulullah Muhammad SAW untuk menjalankan puasa dua atau tiga hari jelang Ramadan.
Syeikh Wahbah Al Zuhaili dalam kitabnya Fiqhul Islami wa Adillatuhu memberikan penjelasan demikian.
" Ulama mazhab Syafi'i mengatakan, puasa setelah Nisfu Syaban diharamkan karena termasuk hari syak, kecuali ada sebab tertentu, seperti orang yang sudah terbiasa melakukan puasa dahar, puasa daud, puasa Senin-Kamis, puasa nadzar, puasa qadha’, baik wajib ataupun sunah, puasa kafarah, dan melakukan puasa setelah Nisfu Syaban dengan syarat sudah puasa sebelumnya, meskipun satu hari Nisfu Syaban. Dalil mereka adalah hadis, 'Apabila telah melewati Nisfu Syaban janganlah kalian puasa'. Hadis ini tidak digunakan oleh ulama mazhab Hanbali dan selainnya karena menurut Imam Ahmad dhaif."
Para ulama melarang puasa usai Nisfu Syaban karena dianggap hari syak (meragukan). Ini mengingat sebentar lagi Ramadan tiba.
Ada kekhawatiran orang berpuasa usai Nisfu Syaban tidak sadar sudah ada di bulan Ramadan. Selain itu, ada pandangan yang menyatakan larangan puasa usai Nisfu Syaban dimaksudkan agar umat Islam bisa mempersiapkan diri menyambut Ramadan.
Namun demikian, ulama Mazhab Syafi'i membolehkan puasa sunah usai Nisfu Syaban bagi orang yang sudah terbiasa. Sementara ulama lain memandang hadis larangan puasa usai Nisfu Syaban adalah dhaif sehingga mereka membolehkan puasa setelahnya selama mengetahui kapan datangnya Ramadan.
Ini seperti dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitabnya, Fathul Bari.
" Mayoritas ulama membolehkan puasa sunah setelah Nisfu Syaban dan mereka melemahkan hadis larangan puasa setelah Nisfu Syaban. Imam Ahmad dan Ibnu Ma'in mengatakan hadis tersebut munkar."
(Sah, Sumber: NU Online)
Repot Mengurus Anak, Bolehkah Menjamak Sholat?
Puasa Ramadan 2023: Dalil, Keutamaan, hingga Ketentuan-Ketentuannya
Gadis Cilik Blasteran Berponi Jadi Artis Terkenal dan Hidup Bahagia, Coba Tebak?
Memotivasi Anak Ibadah Ramadan, Jangan Hanya dengan Hadiah
Setahun Jalani LDR, Pria Syok Saat Tahu Identitas Asli Sang Kekasih
Dulu Bucin dan Sering Main ke Rumah, 5 Momen Kebersamaan Nissa Asyifa dan Alshad Ahmad
5 Potret Kemesraan Alshad Ahmad dan Nissa Asyifa Saat Pacaran
Potret Clara Lasut, Aspri ke-108 Hotman Paris yang Kerap Tampil Menggoda
Doa Menyambut Hilal Ramadhan, Ketahui Juga Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Puasa
Menilik Tren Makeup Idul Fitri, Warna Soft Kembali Jadi Primadona
Artis yang Pilih Tinggal di Kontrakan, Jhody 'Super Bejo' Hindari Riba
Potret Outfit Nyentrik Tiara Andini saat Tampil di Atas Panggung