Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Rumah sakit adalah tempat di mana banyak orang berharap bisa sembuh dari penyakit yang diidapnya. Meski merawat orang sakit, pengelola biasanya selalu menjaga tingkat higienitas untuk berbagai perlengkapan yang digunakan.
Namun sebuah rumah sakit di Jepang tanpa sadar telah kecolongan satu hal penting yang tak disadarinya selama 30 tahun. Selama hampir tiga dekade, staf maupun pasien rumah sakit ini ternyata mengonsumsi air toilet.
Terungkapnya insiden ini bermula dari laporan media lokal, Yomiuri Shimbun pada 20 Oktober 2021. Di laporan itu disebutkan Rumah Sakit Universitas Osaka mengumumkan beberapa pipa ledeng di area tertentu sekitar kampus tidak dipasang dengan benar.
Investigasi kemudian digelar dan mendapati temuan pipa air minum ternyata terhubung dengan toilet. Dilaporkan, hal itu terjadi sudah selama hampir 30 tahun lamanya sejak rumah sakit pertama kali dibuka pada 1993.
Selama itu pula, staf dan pasien telah menggunakan air yang tidak aman untuk minum, mencuci, dan berkumur. Mereka pun tidak pernah tahu dari mana sumber air tersebut.
Tidak ada yang memperhatikan masalah ini sampai rumah sakit memutuskan untuk membangun gedung baru. Selama pemeriksaan gedung, perawatan dan diagnosis baru, masalah air yang tidak aman baru ditemukan.
Menariknya, beberapa laporan mengklaim rumah sakit memeriksa warna, bau, dan rasa air setidaknya seminggu sekali. Berdasarkan catatan yang ada, tidak ada masalah air sejak 2014.
Universitas telah mengklaim tidak ada bahaya kesehatan yang ditemukan atau dilaporkan selama penyelidikan. Namun, berita tersebut cepat menyebar menyebabkan kecemasan di antara ribuan orang.
Wakil Presiden Eksekutif RS Universitas Osaka, Kazuhiko Nakatani mengeluarkan permintaan maaf untuk mantan pasien dan anggota staf. Sebab, berita tersebut menyebabkan kecemasan di antara ribuan mantan pasien dan anggota staf.
" Saya sangat menyesal bahwa rumah sakit universitas yang menyediakan perawatan medis tingkat lanjut telah menyebabkan kecemasan," kata Kazuhiko.
Dia menyakinkan air yang digunakan di 105 bangunan universitas sudah diolah dengan baik. Lebih lanjut dia menyatakan kampus akan secara rutin memeriksa sambungan pipa air, dikutip dari news18.com.
Advertisement

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Kulit Kering dan Gatal atau Eksim? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Pelembap

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian akibat Kanker, Ini Temuan Penelitiannya

10 Masalah Kesehatan yang Risikonya Bisa Dikurangi dengan Rutin Berolahraga

Raja Herbal dari Ketapang Sebagai Benih Kemandirian Ekonomi Desa