Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Beres.id
Dream - Sejumlah startup sedang dilanda gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan, bahkan tak sedikit yang akhirnya harus gulung tikar.
Seperti startup yang bergerak pada bidang jasa pelayanan, yakni Beres.id. Mengutip webistenya, Beres.id memutuskan untuk menghentikan operasionalnya di Tanah Air.
Dalam laman resminya tersebut, terlihat ada sebuah gambar pengumuman yang menyatakan, " Penutupan Operasional Beres: Dengan berat hati kami umumkan Beres akan menghentikan operasional mulai 30 Juni 2022" .
Beres.id merupakan bagian dari startup asal Malaysia Kaodim. Sebelumnya, Kaodim telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan semua operasi layanan pada 1 Juli 2022. Penutupan ini juga mencakup anak usaha mereka di Indonesia, yakni Beres.id.
Dalam keterangan surat terbuka dalam situs perusahaan Co Founder dan CEO Kaodim, Choong Fui Yu menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 selama dua tahun lebih ini, telah membuat bisnis Kaodim dan anak usahanya di negara lain termasuk Indonesia berdampak pada operasional mereka.
" Lockdown saat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan efek knock on dalam bentuk gangguan operasional, kekurangan tenaga kerja, dan biaya operasional yang lebih tinggi (terutama di sisi penyedia layanan) telah berdampak signifikan pada bisnis kami dan kualitas layanan yang dapat kami berikan," bunyi surat terbuka tersebut.
Selain itu, kondisi tersebut semakin diperparah dengan inflasi dan kenaikan biaya. Hal inilah yang mempengaruhi permintaan pelanggan, pemenuhan penyedia layanan, margin dan pada gilirannya, pendapatan Beres.id.
" Pada akhirnya, kami merasa bahwa kami tidak dapat lagi mengembangkan bisnis secara berarti untuk jangka panjang, sejalan dengan misi dan ambisi kami," tegas Choong Fui Yu.
Choong menyatakan, segala cara sudah mereka lakukan untuk bisa tetap bertahan, tetapi tampaknya masih belum bisa menyelamatkan platform yang mereka kelola.
“ Maka dengan berat hati kami umumkan mulai 1 Juli 2022, Beres dan platform yang terafiliasi sudah tidak lagi beroperasi,” tuturnya.
Beres.id sendiri merupakan startup yang bergerak pada bidang jasa pelayanan, seperti membantu pelanggan atau pengguna jasa untuk mengembangkan usaha mereka.
Layanan jasa yang disediakan mulai dari seperti servis AC, transportasi pindahan rumah hingga perbaikan pipa air.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya