Menjaga Lisan
Dream - Sebaiknya mulailah berlatih menjaga lisan. Ucapan yang tak terjaga yang keluar dari mulutmu bisa membuat orang tersinggung.
Yang lebih mengkhawatirkan, kamu tak menyadari kalimat yang terlontar ternyata sangat dibenci Allah SWT.
Lantas, kalimat apa yang dimaksud? Sedangkan apakah dalil yang menjelaskan mengenai hal ini?
Kalimat yang dimaksud yaitu kalimat yang merepresentasikan kesombongan dan penolakan terhadap ajakan orang lain berbuat baik, terutama untuk bertaqwa kepada Allah SWT.
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
" Kalimat yang paling Allah benci, seseorang menasehati temannya, 'Bertaqwalah kepada Allah', namun dia menjawab: 'Urus saja dirimu sendiri'."
(Hadis riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman, An Nasai dalam Amal Al Yaum wa Al Lailah, dishahihkan Al Albani dalam As Shahihah).
Kalimat di atas menunjukkan kesombongan seseorang karena tidak mau mendengarkan ajakan orang lain. Bahkan orang lain dianggap tidak boleh mengurusi masalah ketaqwaannya.
Padahal sejatinya, manusia seharusnya saling mengingatkan dalam kebaikan.
Sikap sombong ini pernah juga dialami oleh Nabi Nuh 'alaihi salam. Beliau pun mengadu kepada Allah terkait kesombongan kaumnya, yang tidak mau menyembah Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Quran Surat Nuh Ayat 5-7 yang artinya sebagai berikut:
Nuh berkata: “ Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri. (QS. Nuh: 5-7)
Dalam kehidupan sehari-hari sangat sering sekali kita menjawab nasihat orang lain dengan kalimat yang dibenci Allah ini.
Sehingga pada akhirnya orang lain tidak lagi mau menasihati kita karena takut akan mendapatkan perlakuan serupa. Pada akhirnya, manusia hanya bergumal pada kesalahan dan tidak mau memperbaiki diri.
Dream - Sebagai umat muslim, tak ada yang lebih penting di dunia ini selain mengabdikan diri kepada Allah SWT dengan selalu mengingat nama-Nya dalam setiap tarikan nafas. Dzikir menjadi salah satu jalan kita mengingat Allah SWT untuk bisa mencapai ketenangan dan kebahagiaan hidup di dunia serta kesejahteraan di akhirat kelak.
Dari sekian banyak kalimat kalimat dzikir, ada diantaranya kalimat-kalimat yang paling disukai Allah SWT.
Rasullulah SAW bersabda :
" Sesungguhnya ucapan yang paling disukai Allah SWT adalah Subhanallahi wa bihamdihi-Mahasuci Allah dan segala puji hanya bagi-Nya.” (HR Imam Muslim)
Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ada empat kalimat dzikir termasyhur bagi kaum muslimin, Rasullulah SWA bersabda, " Kalimat yang paling dicintai Allah SWT ada empat, ialah Subhanallah - Mahasuci Allah, Alhamdulillah - Segala puji bagi Allah, Laa ilaha ilallah - Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allahu akbar - Allah Mahabesar."
Namun dari keempat kalimat dzikir tersebut ada yang paling utama
Rasulullah SWA bersabda :
" Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaha ilallah - Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah."
Dream - Azab merupakan bentuk balasan atas kesalahan yang pernah dilakukan oleh manusia. Kesalahan itu bisa berupa perbuatan atau ucapan yang tanpa disadari ternyata merupakan dosa.
Itulah alasan kenapa manusia diperintahkan untuk berhati-hati dalam bertindak dan selalu menjaga lisannya.
Jika tidak, maka neraka menjadi tempat untuk menerima azab pedih atas kesalahan yang diperbuat selama hidup di dunia.
Ternyata datangnya azab tidak harus menunggu manusia meninggal atau kiamat tiba. Ucapan ini kata ulama cepat mendatangkan azab karena besar nilai dosanya.
Bahkan, sebelum orang tersebut tidur malam, azab itu segera mendatanginya. Apa ucapan tersebut? Berikut ulasannya.
Ucapan yang mengundang azab dengan sangat cepat itu adalah bersumpah palsu atas nama Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit kita mendengar seseorang mengatakan kalimat “ Demi Allah”. Biasanya ini diikuti dengan kata “ sumpah, demi Allah”.
Memang tidak semua orang berbohong ketika membawa-bawa Allah ini. Namun tidak sedikit juga yang ternyata berbohong ketika mengucapkannya.
Keberaniannya mengucapkan kalimat “ Demi Allah” ini, biasanya untuk menutupi kesalahan yang dilakukan, menyangkal tuduhan orang lain, dan hal lainnya untuk melindungi diri saat didesak atas sesuatu.
Biasanya, orang akan berhenti memperpanjang suatu perkara, jika orang yang diperkarakan membawa nama Allah dalam penjelasannya.
Contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari misalnya saat seseorang meminjam sesuatu namun tidak mengembalikannya. Suatu hari pemilik menanyakan kepada peminjam terkait barang tersebut.
Lalu si peminjam mengatakan sudah mengembalikannya, walaupun sebenarnya belum. Kemudian untuk meyakinkan pemilik jika ia sudah mengembalikan barang tersebut, maka dia bersumpah atas nama Allah.
“ Serius aku udah ngembaliin bulan kemarin. Mungkin kamu lupa, Sumpah demi Allah aku udah balikin barangnya”
Di antara kita pasti sering mendengar hal-hal demikian bukan? Maka ketahuilah, jika ternyata ucapan itu bohong, maka Allah SWT akan segera mendatangkan azabnya.
Bahkan, sebelum sampai orang tersebut tidur malam, Allah sudah kirimkan bala tentaranya untuk mengazab orang tersebut.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Maukah aku kabarkan kepada kamu sebesar-besarnya dosa besar?” Beliau mengucapkannya tiga kali. Mereka (para sahabat) menjawab, “ Ya, wahai Rasulullah”.
Beliau bersabda, “ Menyekutukan Allah (syirik) dan durhaka kepada kedua orang tua”. Beliau duduk sebelumnya beliau bersandar, lalu beliau bersabda, “ Ingat, juga perkataan palsu”, Perawi berkata, “ Beliau selalu mengulangi ucapannya, hingga kami berharap beliau diam” [HR Bukhari, no 5918, Muslim no.87, lafazhnya bagi Bukhari]