Dream - Siapa pun pasti bertanya-tanya tentang mengapa waktu berjalan maju, bukan mundur. Tak terkecuali Joan Vaccaro. seorang profesor di Griffith University, Queensland, Australia.
Menurut perhitungan dia, hukum fisika tidak membedakan antara ruang dan waktu. Tapi karena kita tidak mengalami waktu seperti dalam ruang, pasti ada sesuatu yang membuat waktu terlihat berbeda. Dan dia berpikir jawabannya ada pada fenomena kuantum tertentu.
Fenomena kuantum tertentu tidak memiliki sifat yang sama jika Anda akan maju atau mundur dalam waktu. Dan menurutnya, inilah kunci untuk memahami panah arah waktu - yang 'asimetri' atau satu arah.
Dia mengatakan bahwa partikel subatomik khusus yang dikenal sebagai meson K dan B bisa memberikan beberapa informasi menarik tentang waktu ini.
Dalam penelitiannya yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of The Royal Society A, Vaccaro menyatakan jika ingin tahu ke mana alam semesta dan ke mana akan pergi, kita perlu tahu tentang waktu.
" Percobaan pada partikel subatom selama 50 tahun terakhir menunjukkan bahwa alam tidak memperlakukan kedua arah waktu dengan cara yang sama. Secara khusus, partikel-partikel subatomik yang disebut meson K dan meson B berperilaku sedikit berbeda, tergantung pada arah waktu," jelas Vaccaro.
Berikut analoginya. Jika Anda meninggalkan secangkir kopi di atas meja, Anda berharap kopi itu tetap tinggal di sana. Di sisi lain, Anda bisa bergerak di sekitar meja, tetapi cangkir itu masih ada di atas meja. Jika cangkir mulai bergerak dan pindah dari tempatnya, Anda akan berpikir sesuatu yang sangat aneh sedang terjadi.
Gerak cangkir bukanlah sesuatu yang kita alami karena akan melanggar kekekalan massa, tetapi jika ruang dan waktu benar-benar dua sisi mata uang yang sama, maka memang harus terjadi. Dan sebagai objek yang dibatasi dalam ruang (karena memiliki ukuran dan posisi), objek tersebut juga bisa dibatasi oleh waktu (bisa muncul dan menghilang).
" Dalam hubungan antara waktu dan ruang, ruang lebih mudah dipahami karena memang ada di sana," tambahnya. " Tapi waktu selalu memaksa kita untuk maju ke depan."
" Namun, meski kita bergerak maju dalam waktu, ada kalanya ada gerakan mundur, semacam efek bergoyang. Dan gerakan inilah yang ingin saya ukur menggunakan meson K dan B."
Profesor Vaccaro mengulang persamaan mekanika kuantum dengan cara konservasi massa yang tidak memberikan kondisi pada alam semesta.
Dengan demikian, ia menemukan bahwa waktu dan ruang tidak benar-benar berperilaku identik dalam skenario itu.
Bahkan lebih menarik, sekali pelanggaran simetri diperbolehkan, persamaan berkembang menjadi sesuatu yang menggambarkan alam semesta kita, dan hukum kekekalan massa muncul secara organik dari teori ini.
" Memahami bagaimana evolusi waktu muncul dengan cara ini membuka pandangan baru tentang sifat dasar dari waktu itu sendiri," katanya.
" Temuan ini bahkan dapat membantu kita untuk lebih memahami ide-ide aneh seperti perjalanan ke masa lampu menggunakan waktu."
(Sumber: iflscience.com)
© Dream
Dream - Model standar celana jin punya 5 kantong. Dua di bagian belakang dan tiga lagi di depan. Namun, satu kantong pada bagian depan ini berukuran lebih kecil dan berada di atas saku sebelah kanan --yang ukurannya lebih besar.
Selama ini mungkin Anda bertanya, apa fungsi kantong kecil itu. Mengapa harus ada kantong itu? Untuk menyimpan koin, terlalu sempit. Apalagi untuk Ponsel, pasti tidak cukup. Lantas untuk apa?
Sebagaimana dikutip Dream dari Independent.co.uk, Selasa, 26 Januari 2016, soal kantong misterius ini juga tengah ramai dibicarakan di forum Quora. Sejumlah ahli jin dan tekstil mencari jawaban atas teka-teki itu.
Seorang pengguna forum, Renata Janoskova, coba menjawab dengan mengutip Levi Strauss, merek jin terkemuka dari Amerika Serikat. Menurut blog Levi Strauss, kantong kecil itu rupanya dibuat untuk menyimpan jam saku. Levi mendesain kantong ini untuk para cowboy menyimpan jam mereka.
“ Ini kantong jam. Kembali pada tahun 1800-an, cowboy biasanya menggunakan jam pada rantai dan menyimpannya di rompi mereka. Untuk menjaga supaya tidak rusak, Levi memperkenalkan saku kecil ini di mana mereka dapat menyimpan jam mereka.”
Baca selengkapnya di tautan ini
© Dream
Dream - Salah satu aksi dari mendiang Raja Pop Michael Jackson yang terkenal adalah tariannya saat membawakan lagu Smooth Criminal.
Dalam video klip musik tersebut, kita menyaksikan Michael mencondongkan tubuhnya ke depan dengan sudut 45 derajat tanpa jatuh.
Kini, rahasia di balik tarian ikonik Smooth Criminal itu akhirnya terungkap.
Sebelumnya banyak yang menduga sang legenda pop itu menggunakan trik kawat baja tipis saat melakukan tarian Smooth Criminal dalam video klip.
Namun penggemarnya dibuat semakin bingung ketika dia juga melakukan aksi yang sama di atas panggung secara live. Masalahnya, para penggemar tidak melihat Michael memakai kawat saat mencondongkan tubuhnya ke depan hingga 45 derajat tanpa terjatuh.
Selain masalah tersebut, jika memakai penahan kawat, Michael tentu juga akan mengalami kesulitan saat melakukan gerakan moonwalker di atas panggung.
Ternyata, rahasia tarian Michael yang seolah-olah melawan teori gravitasi itu terletak pada sepatunya.
Ya, Michael dan para penari latarnya menggunakan sepatu khusus yang memiliki celah di bagian bawah tumit. Celah ini bisa terkunci secara otomatis dengan lantai panggung jika dia dan krunya memajukan sepatu sambil menekannya sedikit.
Setelah terkunci Michael dapat mencondongkan tubuh ke depan hingga 45 derajat tanpa harus takut terjatuh.
Sepatu unik itu dipatenkan pada tahun 1992 di bawah nama Michael Jackson dan Dennis Tompkins. Meski hampir selalu berfungsi dengan sempurna, ada satu selip pada bulan September 1996.
Saat konser di Moskow itu, salah satu celah tumit longgar saat proses mengunci di atas panggung.
Akibatnya, Michael terjerembab namun untungnya tidak mengalami luka serius. Sejak itu desain sepatu anti-gravitasi Michael dikerjakan ulang untuk menghindari kejadian serupa.
Sepatu dengan celah longgar itu kini dipajang di cabang Hard Rock Cafe Rusia, yang dibeli melalui lelang seharga US$ 600,000 tak lama setelah sang legenda pop meninggal dunia.
(Ism, Sumber: Mirror.co.uk)
© Dream
Dream - Salah satu fakta yang masih dipercayai banyak orang mengenai Adolf Hitler adalah pemimpin tertinggi Nazi Jerman itu kehilangan salah satu testis akibat pecahan peluru di Perang Dunia I.
Namun temuan terbaru oleh ahli sejarah Jerman menyebutkan fakta yang mengejutkan. Menurut catatan medis yang lama hilang dan kini telah ditemukan terungkap jika Hitler menderita penyakit sistem reproduksi pria yang disebut kriptorkismus atau undescended testis (UDT).
Kriptorkismus merupakan suatu keadaan di mana organ testis tidak dapat turun ke dalam skrotum. Akibatnya, jika berlanjut sampai usia dewasa, dapat berpengaruh pada kesuburan pria sehingga dapat memengaruhi keadaan psikis seseorang.
Hal itu diketahui setelah Hitler menjalani pemeriksaan dokter ketika ia dipenjara lantaran gagal melancarkan kudeta yang dikenal dengan gerakan Munich Beer Hall Putsch.
Dalam catatan medis yang oleh ahli sejarah Jerman dikatakan 'bukti tak terbantahkan', disebutkan pada 1923, Hitler diperiksa oleh dokter penjara setelah dia ditangkap akibat gagal melancarkan kudeta pertama merebut kekuasaan pemerintah Jerman di Berlin.
" Catatan medis itu dengan jelas menunjukkan bahwa Hitler memiliki penyakit kriptorkismus sebelah kanan saat dilakukan pemeriksaan kesehatan pada 12 November 1923 di penjara Landsberg," kata Profesor Peter Fleischmann dari Erlangen-Nuremberg University.
Namun catatan medis tersebut hilang, sampai muncul lagi di sebuah lelang pada tahun 2010. Catatan tersebut segera disita oleh pemerintah Bavaria dan dalam beberapa tahun terakhir baru bisa dipelajari dengan baik.
" Adolf Hitler, artis, baru-baru ini penulis" dalam keadaan " sehat dan kuat" tetapi menderita " kriptorkismus sebelah kanan," tulis Josef Steiner Brin, dokter penjara dalam catatannya.
Catatan medis tersebut juga bertentangan dengan pernyataan dokter Hitler saat masa kecil, Eduard Bloch, yang mengatakan kepada penyidik Amerika pada 1943 bahwa alat kelamin Fuhrer dalam keadaan " normal" .
Bloch adalah dokter keturunan Yahudi yang bisa tetap tinggal di Austria di bawah perlindungan Hitler sampai 1940. Setelah itu, Bloch memutuskan menetap di Amerika Serikat.
Otopsi yang dilakukan dokter Soviet pada jenazah Hitler di Fuhrerbunker setelah Berlin dikuasai Sekutu menemukan salah satu testis Hitler hilang.
Namun temuan ini mengkonfirmasi sebuah lagu lama tentang Hitler yang hanya punya satu testis yang sering dinyanyikan tentara Inggris. Lagu tersebut diciptakan seseorang untuk British Council pada 1939 sebagai alat propaganda anti-Hitler.
Jika Hitler memang memiliki masalah penyakit kesuburan, itu bisa menjelaskan mengapa ia tidak punya anak.
(Sumber: Telegraph.co.uk)
Advertisement