NASA Mencari Relawan Untuk Penelitian Ketahanan Tubuh Manusia Di Luar Angkasa (Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Kamu suka tiduran sembari nonton televisi selama berjam-jam? Meski terlihat seperti kebiasaan orang malas, kebiasaan buruk itu ternyata bisa berguna juga.
Baru-baru ini, Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) sedang mencari sukarelawan untuk tiduran sembari menonton televisi. Sukarelawan itu akan melakukan aktivitas tersebut selama dua bulan.
NASA bukan tanpa alasan melakukan hal itu. Ternyata mereka tengah membuat sebuah riset untuk meneliti kemampuan kondisi tubuh manusia selama di pesawat luar angkasa.
Untuk relawan yang lolos akan disediakan televisi, bahan bacaan, dan kegiatan rekreasi lainnya agar tak bosan. Satu syarat yang harus disanggupi pelamar adalah melakukan semua kegiatan itu sembari tidur. Termasuk juga kegiatan makan hingga buang air besar atau kecil.
Setiap peserta nantinya akan dibayar sebesar 14 ribu poundsterling, atau setara Rp2,6 miliar.

Purwarupa alat yang akan digunakan untuk uji coba di luar angkasa (Foto: The Sun)
Dilaporkan The Sun, riset yang digelar ini merupakan kerja sama NASA dengan Agensi Luar Angkasa Eropa (ESA) yang berpusat di Jerman.
ESA menyatakan, riset ini untuk membantu mengetahui bagaimana, `bobot, radiasi kosmik, isolasi dan batasan spasial` yang mempengaruhi para astronot.
Saat ini, para peneliti harus berolahraga secara teratur dengan mesin resistensi untuk menghindari mati rasa dan pengurangan masa otot.
Untuk menjadi peserta riset ini, setiap pendaftar harus memiliki kemampuan berbahasa Jerman. Pendaftaran akan ditutup pada 24 Mei dan tes akan digelar pada September 2019.
Peserta yang nantinya akan menghabiskan waktu riset sepanjang 89 hari. Relawan akan menjalani lima hari sosialisasi sebelum naik ke ranjang dan menghabiskan waktu selama 60 hari tiduran. Peserta akan menjalani 14 hari sisa penelitian untuk istirahat dan rehabilitasi.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global