Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kementerian Agama memastikan akan ada tiga maskapai penerbangan yang akan mengangkut jemaah Indonesia pada musim haji 1441H/2020M. Selain Garuda Indonesia, dua maskapai lainnya adalah Saudi Arabian Airlines dan Flynas.
" Ada tiga maskapai yang akan membawa jemaah haji Indonesia tahun ini," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.
Menurut Muhajirin, Flynas adalah perusahaan penerbangan swasta yang beroperasi di Arab saudi. Maskapai ini rencananya akan mengangkut 19 kloter jemaah dari Embarkasi Palembang dengan Boeing 747-400.
Maskapai dari arab saudi lainnya, Saudi Arabia Airlines, akan membawa 221 kloter dari Embarkasi Batam, Jakarta, Surabaya, dan Kertajati. Pesawat yang digunakan Boeing 777-300, Boeing 777-400, dan Boeing 747-400.
Sementara maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia mendapatkan jatah memberangkatkan 268 kloter dari Embarkasi Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.
Garuda Indonesia telah mempersiapkan tiga jenis pesawat yang digunakan yaitu Boeing 777-300, Boeing 747-400, dan Airbus 330.
" Pembagian ini mempertimbangkan kemampuan armada yang akan dioperasikan sesuai dengan jenis pesawat yang telah ditetapkan," kata dia.
Berikut rincian penerbangan jemaah haji Indonesia 1441H/2020M:
A. Flynas
Sebanyak 8172 jemaah (19 kloter) dari Embarkasi Palembang dengan Boeing 747-400 (455 seat)
B. Garuda Indonesia
1. Embarkasi Aceh (Boeing 777-300 dengan 393 seat) membawa 4.433 jemaah (12 kloter);
2. Medan (Boeing 777-300 dengan 393 seat) membawa 8.438 jemaah (22 kloter);
3. Padang (Boeing 777-300 dengan 393 seat) membawa 6.329 jemaah (17 kloter);
4. Jakarta (Boeing 777-300 dengan 393 seat) membawa 18.752 (48 kloter);
5. Solo (Airbus 330 dengan 360 seat) membawa 33.999 jemaah (95 kloter);
6. Banjarmasin (Airbus 330 dengan 360 seat) membawa 5.510 jemaah (16 kloter);
7. Balikpapan (Boeing 747-400 dengan 455 seat) membawa 5.773 (13 kloter);
8. Makasar (Boeing 747-400 dengan 455 seat) membawa 15.858 (35 kloter); dan
9. Lombok (Boeing 747-400 dengan 455 seat) membawa 4.549 jemaah (10 kloter)
C. Saudi Arabian Airlines
1. Embarkasi Batam (Boeing 747-400 dengan 455 seat) membawa 11.901 jemaah (27 kloter);
2. Jakarta (Boeing 777-400 dengan 410 seat) membawa 6.000 jemaah (15 kloter);
3. Surabaya (Boeing 747-400 dengan 455 seat) membawa 36.928 jemaah (83 kloter); dan
4. Kertajati (Boeing 777-400 dengan 410 seat) membawa 39.203 (96 kloter)
Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi menyatakan telah mengajukan tambahan 10 ribu jemaah untuk musim haji 2020 kepada pemerintah Arab Saudi. Meski belum mendapat jawaban, Menag menyatakan pihak Saudi menyatakan jika usulan tambahan tersebut diterima bukan dianggap sebagai kuota.
" Katanya itu tambahan jemaah, buat kita nggak persoalan apa namanya," ujar Menteri Agama RI, Fachrul Razi dalam Konfersi Pers di Jakarta pada Selasa, 18 Februari 2020.
Fachrul optimistis pemerintah Saudi akan mengabulkan permintaan penambahan jumlah jemaah haji yang bisa berangkat di tahun ini. Keyakinan tersebut muncul setelah ada dukungan dari Presiden Joko Widodo.
Sambil menunggu jawaban dari pemerintah Saudi, Menag tetap mengasumsikan kuota haji pada 2020 ini sebanyak 231.000 atau sama seperti 2019.
Asumsi itu dibuat karena Arab Saudi sering kali memberikan kuota tambahan di detik-detik terakhir jelang musim haji berlangsung.
" Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pernah dapat tambahan 10 ribu jemaah tapi diberikannya pada saat mendadak sehingga kita mengalami kesulitan," ucap dia.
(Sah, Laporan: Rifani Indrianti)
Dream - Ongkos haji tahun 2020 sah ditetapkan sebesar Rp 35.235.602. Kepastian tersebut diperoleh setelah adanya kesepakatan Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama (Kemenag) yang mengesahkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2020.
Dengan penetapan tersebut, biaya haji tahun ini dipastikan tidak mengalami kenaikan.
" Menyepakati besaran rata-rata Bipih atau biaya yang harus dibayar langsung jemaah pada 1441 Hijriah atau 2020 Masehi rata-rata Rp35.235.602," ujar Ketua Panja Haji DPR, Marwan Dasopang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 30 Januari 2020.
Penetapan biaya itu berdasarkan pada asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yakni US$1=Rp13.750. Dengan nilai tukar tersebut, DPR dan Kemenag yakin biaya penerbangan tidak akan mengalami kenaikan signifikan.
Marwan mengatakan biaya penerbangan dari Embarkasi ke Arab Saudi dan sebaliknya dibanderol dengan harga Rp 28,6 juta. Biaya tersebut menurun dibandingkan dengan 2019 sebesar Rp30.079.285.
Untuk living cost atau uang saku juga tidak mengalami kenaikan yakni. Setiap jemaah akan mendapatkan 1.500 riyal, setara Rp5,5 juta selama berada di Tanah Suci.
Yang berbeda dari tahun sebelumnya, Kerajaan Arab Saudi pada 2020 menerapkan visa kunjungan sebesar 300 riyal, setara Rp1,1 juta. Visa ini juga diberlakukan kepada para jemaah haji.
Dengan kebijakan itu, Saudi telah mencabut aturan visa progresif. Sedangkan menurut Marwan, biaya visa sudah termasuk ke dalam Bipih.
Dia melanjutkan jemaah haji hanya perlu membayar 51 persen dari total Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 69.174.167,97.
" Sisanya Rp33.938.565,97 dibiayai dari dana nilai manfaat dan dana efesiensi tahun sebelumnya," kata dia.
Pada musim haji 2020 ini, Komisi VIII DPR dan Kemenag menyepakati penggunaan nilai manfaat dana optimalisasi Bipih dan BPIH tahun sebelumnya dan tahun berjalan. Jumlahnya mencapai Rp7.164.668.846.603.92.
Kuota haji Indonesia pada 2020 ini disetujui oleh Kerajaan Arab Saudi sebanyak 231 ribu orang. Jumlah kuota tersebut juga tidak mengalami penambahan dari tahun lalu.
Dream - Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi memastikan Kementerian Agama akan memprioritaskan jemaah haji lanjut usia (lansia) untuk berangkat haji ke Tanah Suci. Bahkan akan ada jatah tersendiri untuk para Lansia.
" Mulai tahun ini lansia kita berikan jatah sendiri," ujar Fachrul di Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020.
Fachrul mengatakan, satu persen kuota haji jemaah reguler dikhususkan untuk jemaah Lansia. Bila saat ini kuota haji reguler berjumlah 204 ribu, maka akan ada 20.400 lansia yang akan berangkat haji setiap tahunnya.
" Jadi, (Kemenag) kasih jatah satu persen dari haji reguler," ucap dia.
Selain itu, Kemenag juga memberikan tambahan bagi kuota cadangan jemaah haji reguler. Mulanya, kuota cadangan hanya berjumlah 5 persen dan kini menjadi 10 persen.
" Kemudian ada juga di haji cadangan 10 persen, lima persennya untuk lansia," kata dia.
Dengan adanya prioritas ini, Fachrul berharap dapat memangkas waktu tunggu calon jemaah haji lansia. " Mudah-mudahan bisa dicicil lansia. Jangan sampai pada waktunya berangkat, mereka sudah nggak bisa berangkat," ujar dia.