Tingkat Bunuh Diri di Jepang Turun Drastis Selama Lockdown Covid-19

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 15 Mei 2020 16:01
Tingkat Bunuh Diri di Jepang Turun Drastis Selama Lockdown Covid-19
Kesempatan berkumpul bersama keluarga menekan upaya bunuh diri.

Dream - Angka pasien positif virus corona sebanyak 16.049 kasus memaksa pemerintah Jepang untuk menerapkan lockdown. Meskipun kebijakan ini berpengaruh pada beberapa sektor dalam negeri, terdapat sisi positif di baliknya.

Tingkat bunuh diri di Jepang dilaporkan turun hingga 20 persen pada April 2020. Dibandingkan data setahun sebelumnya, penurunan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam lima tahun terakhir.

Menurut laporan dari The Guardian, penerapan lockdown yang membuat masyarakat banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga menjadi faktor pendukung berkurangnya angka bunuh diri di Jepang. Kondisi ini menjadi kabar gembira karena semula banyak pihak menduga pandemi Covid-19 akan meningkatkan angka bunuh diri di Negeri Sakura.

Dilansir dari World of Buzz, tahun lalu terdapat 1.814 orang bunuh diri. Sedangkan tahun ini jumlahnya berkurang menjadi 359 jiwa.

Kebijakan lockdown yang dilakukan pemerintah sangat mempengaruhi angka kasus bunuh diri di Jepang. Disebabkan banyaknya orang yang harus tinggal di rumah dan sekitar 40 persen warga Jepang harus menutup usahanya.

1 dari 5 halaman

Bunuh Diri Terjadi di Kalangan Anak-anak

Yuki Saito, Mantan Kepala Layanan Konseling Telepon Federasi Jepang Inochi-no-Denwa, mengatakan meskipun terjadi penurunan angka bunuh diri, biasanya kasus ini terjadi di kalangan anak-anak sekolah. Penyebabnya seperti bullying atau perundungan dan masalah lainnya di sekolah.

" Sekolah adalah tekanan bagi beberapa anak muda, tetapi bulan April ini tidak ada tekanan seperti itu. Di rumah bersama keluarga mereka, mereka merasa aman," jelas Saito.

Saito menambahkan orang dewasa tidak pernah benar-benar berpikir untuk bunuh diri selama krisis nasional atau selama masa pandemi ini.

" Namun, jika kekacauan ekonomi berlanjut lebih lama, akan berdampak pada peningkatan jumlah bunuh diri," tambah Saito.

Senang mendengar pandemi ini ternyata memunculkan sedikit kejadian positif, yaitu banyak orang yang dapat menghabiskan waktu bersama orang yang mereka cintai dan membuat mereka sadar bahwa hidup ini memang layak dijalani.

2 dari 5 halaman

Viral Eksperimen Virus Corona di Jepang, Menular Dalam 30 Menit!

Dream - Salah satu aktivitas yang sering dilakukan sebagian orang di bulan Ramadhan adalah buka bersama di restoran dengan konsep makan prasmanan atau buffet.

Sayangnya, untuk tahun ini, kegiatan buka bersama dengan makan prasmanan ini mungkin sulit dilakukan akibat pembatasan sosial imbas dari pandemi Covid-19.

Tapi, pembatasan sosial ini mungkin ada hikmah tersendiri bagi warga Muslim yang sering makan prasmanan di restoran saat Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya.

Seorang pembawa acara televisi populer di jaringan televisi NHK Jepang melakukan percobaan sederhana tentang penularan virus corona di tempat umum.

3 dari 5 halaman

Setelah konsultasi dengan para ahli yang tidak disebutkan namanya tentang penularan virus, dia membuat simulasi prasmanan di atas kapal pesiar.

Dalam simulasi itu, ada 10 orang tamu yang berkumpul dalam satu ruangan. Tangan salah satu dari mereka diberi cat fluorescent untuk mensimulasikan droplet batuk.

Setelah diberi cat fluorescent, dia dibiarkan berinteraksi dengan makanan dan orang-orang dalam ruangan tersebut.

4 dari 5 halaman

Usai berinteraksi selama kurang lebih 30 menit, kru mematikan lampu. Perlu diingat bahwa cat fluorescent akan menyala dalam kondisi gelap.

Hasilnya sungguh mengejutkan. Sebagian besar permukaan, mulai dari peralatan makan hingga meja dan tangan peserta lainnya, menyala akibat terkena cat fluorescent.

5 dari 5 halaman

Hal ini menunjukkan bahwa 'droplet batuk' di tangan salah satu peserta dapat dengan mudah 'menular' ke yang lainnya.

Dengan hasil percobaan yang sederhana namun efektif ini, kita mungkin sebaiknya menghindari pergi ke undangan buka bersama di tempat umum untuk sementara waktu.

Sumber: World of Buzz

Beri Komentar