Tokoh Agama Banyuwangi Apresiasi Batalnya Aturan Diskriminatif

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 18 Juli 2017 18:36
Tokoh Agama Banyuwangi Apresiasi Batalnya Aturan Diskriminatif
MUI dan Badan Antar Gereja mengapresiasi langkah Azwar Anas.

Dream - Sejumlah tokoh lintas agama mengapresiasi langkah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang membatalkan aturan diskriminatif mengenai penggunaan jilbab bagi seluruh siswi di SMPN 3 Genteng.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi, KH Muhammad Yamin menilai positif respons cepat Anas untuk meredam spekulasi dan provokasi yang bisa saja muncul dan memicu konflik.

" Jilbab ini kan hanya untuk Muslim, kita harus menghormati keyakinan agama lain, tidak boleh dipaksakan," ujar Yamin, kepada Merdeka.com.

Kiai Yamin berharap masalah ini tidak terulang. " Soal menjaga keberagaman, kita berkomitmen. Kita ingin tetap terjalin persahabatan yang indah dalam perbedaan," ujar Kiai Yamin.

Apresiasi juga dilontarkan Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Banyuwangi, Pendeta Anang Sugeng. Menurut dia, Anas telah membendung polemik berkepanjangan.

" Saya langsung kontak Pak Anas saat dengar masalah itu, dan lega ternyata dia sudah bertindak cepat dan tepat. Pak Anas juga mengundang siswi dan orang tuanya yang kebetulan jemaah kami di gereja. Kami senang ada respons cepat, sehingga tidak menjadi polemik berkepanjangan," ujar Anang.

Seperti diketahui, siswi di Kecamatan Genteng, Banyuwangi mendapat diskriminasi dari SMPN 3 Genteng. Aturan yang mewajibkan seluruh siswi berjilbab membuat siswi yang notabene non-Muslim tersebut harus pindah sekolah.

Bupati Anas langsung membatalkan aturan itu karena dinilainya diterapkan secara keliru tanpa melihat latar belakang agama pelajar.

" Saya harap ini yang terakhir. Kita ini ingin menjaga kerukunan umat di daerah agar tak terimbas masalah politik di Jakarta, kok ini muncul sikap sekolah yang sensitif seperti ini," kata Anas.(Sah)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More