Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Peserta Fashion Show Berbahan Baku Barang Daur Ulang (Foto: Merdeka.com)
Dream - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi gelaran fashion show berbahan barang-barang bekas yang didaur ulang. Acara dengan tajuk Catwalk Fashion Green and Recycle itu menarik perhatian pengunjung yang datang ke Gedung Seni Budaya, Banyuwangi, Jawa Timur.
Anas mengatakan ratusan pakaian yang ditampilkan tak hanya sekadar untuk ajang penampilan, namun juga menjadi kampanye menumbuhkan kepedulian pada lingkungan dengan mengurangi sampah.
" Event ini bukanlah sekedar pagelaran fesyen semata. Ini adalah cara kami untuk memberikan edukasi bagaimana memanfaatkan limbah yang tak bernilai menjadi sesuatu yang bermanfaat," kata Anas, kepada Merdeka.com, beberapa waktu lalu.
Para peserta berlomba mendesain pakaian berbahan baku barang-barang daur ulang itu dengan sangat cantik. Keserasian warna dan material melahirkan bermacam-macam gaun yang indah dipandang.
Salah satu peserta yang pernah mengikuti acara ini, yang seorang siswi SMKN Darul Ulum, Muncar, Ayuni Dwi Yanti mendesain busana memanfaatkan berbagai bahan bekas yang ada di gudang sekolahnya.
" Saya pakai barang-barang yang ada di gudang sekolah seperti kalender tahun kemarin dan kertas bekas ujian. Saya juga pakai sedotan bekas yang dipakai buat penutup dada dan tas kresek untuk hiasan bunga bunga," kata Ayuni.
Dengan memanfaatkan semua bahan bekas itu, kata Ayuni, biaya yang dikeluarkannya untuk membuat satu busana bertema pesta tersebut hanya sebesar Rp100 ribu.
Saat ini, Banyuwangi sedang berupaya mengurangi jumlah sampah dengan menggiatkan penggelolaan oleh masyarakat. Saat ini setiap orang di Banyuwangi menghasilkan sampah 2,7 kilogram per rumah tangga, atau sekitar 400 ribu ton sampah per tahunnya. Acara ini menjadi salah satu cara untuk mengampanyekan gerakan daur ulang sampah.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram