Vaksin Sinovac Dituding Bikin Indonesia Gagal Gelar Haji 2021, Ini Kata Dubes RI

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 5 Juni 2021 06:01
Vaksin Sinovac Dituding Bikin Indonesia Gagal Gelar Haji 2021, Ini Kata Dubes RI
Dubes menegaskan semua negara tengah menunggu kepastian haji dari Saudi.

Dream - Beragam isu miring muncul seputar pembatalan haji oleh Pemerintah Indonesia. Salah satu isu menyebut Indonesia tak dapat jatah kuota haji dari Arab Saudi karena menggunakan vaksin Sinovac.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, membantah kabar tersebut. Dia menyatakan seluruh negara di dunia saat ini masih menunggu keputusan Saudi mengenai penyelenggaraan haji 1442 H/2021 M.

" Tidak ada info seperti itu (vaksin Sinovac). Saya tegaskan bahwa sampai hari ini, detik ini, belum ada pengumuman resmi dari Kerajaan Saudi terkait pelaksanaan haji tahun 2021 ini," kata Agus, dikutip dari Merdeka.com.

Tidak hanya negara luar, masyarakat ekspatriat termasuk WNI yang bermukim di Saudi juga masih menunggu keputusan tersebut. Saat ini, kata Agus, terdapat 1 juta WNI di Saudi yang sedang menunggu bisa berhaji.

" Kami berharap secepatnya ada pengumuman resmi karena banyak WNI di Arab Saudi yang menunggu kesempatan untuk ibadah haji tahun ini, sebab menunggu prosedur Saudi," kata dia.

 

1 dari 4 halaman

Keputusan Matang, Tidak Buru-buru

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi, melalui keterangan tertulis mengatakan keputusan yang diambil Pemerintah dengan membatalkan keberangkatan jemaah haji tahun ini tidak dilakukan terburu-buru. Dia menegaskan pengambilan keputusan sudah melalui kajian mendalam.

" Baik dari aspek kesehatan, pelaksanaan ibadah, hingga waktu persiapan," kata dia.

Khoirizi membantah anggapan yang menyatakan Pemerintah terburu-buru mengambil keputusan. Hal ini menyusul adanya surat dari Dubes Saudi kepada DPR yang menyatakan Pemerintah Saudi memang belum memutuskan apapun terkait haji, khususnya soal kuota.

" Pemerintah bahkan melakukan serangkaian pembahasan, baik dalam bentuk rapat kerja, rapat dengar pendapat, maupun rapat panja haji dengan Komisi VIII DPR," terang Khoirizi.

 

2 dari 4 halaman

Sudah Disiapkan Sejak Desember 2020

Selanjutnya, Khoirizi mengatakan tentu Kemenag sangat berharap haji tahun ini digelar. Bahkan persiapan sudah digelar sejak Desember 2020.

Kemenag sendiri telah menyusun mitigasi pelaksanaan haji. Juga telah menyiapkan skenario berbasis kuota mulai dari normal, dibatasi 50 persen, 30 persen, 25 persen, sampai 5 persen.

Selain itu, persiapan terkait keberangkatan juga telah dilakukan namun tidak bisa difinalisasi. Seperti kontrak penerbangan, pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), penyiapan dokumen perjalanan, penyiapan petugas, dan pelaksanaan bimbingan manasik.

Tidak ketinggalan persiapan di Saudi juga sudah dilakukan seperti akomodasi, konsumsi, serta transportasi, termasuk skema penerapan prokes. Tetapi semua persiapan tersebut tidak bisa dieksekusi akibat belum adanya kuota haji yang diterima Indonesia dari Saudi.

3 dari 4 halaman

Indonesia Batal Haji, Malaysia Malah Dapat Tambahan Kuota, Cek Faktanya!

Dream - Keputusan Pemerintah membatalkan keberangkatan jemaah haji tahun ini kembali memicu beragam tanggapan. Meski banyak yang memahami, ada juga pihak yang mengkritisi.

Bahkan tersebar narasi yang menyatakan negara tetangga, Malaysia, justru mendapat tambahan kuota haji dari Kerajaan Arab Saudi. Narasi itu digaungkan bersamaan dengan desakan agar Pemerintah kembali meloby Saudi.

Isu ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Tifatul Sembiring. Lewat Twitternya, politisi PKS ini berkomentar atas keputusan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang membatalkan keberangkatan jemaah haji.

Dia meminta Gus Yaqut kembali membujuk Saudi. Namun, Tifatul juga menyinggung tambahan kuota yang didapat Malaysia.

" Coba lobby diplomasi dg Saudi dulu, pak Menteri. Memang kuota dibatasi, ajak bicara mrk. Kasihan yg sudah antri 10 tahun dsb. Rukun Islam ke 5 ini. Malaysia malah dapat quota tambahan, kok bisa...," demikian cuitan Tifatul.

Tetapi, apakah benar Malaysia mendapatkan tambahan kuota haji? Jika benar, apakah untuk musim haji tahun ini?

 

4 dari 4 halaman

Kenyataannya...

Pada awal Maret 2021, Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengungkapkan negaranya memang mendapat tambahan kuota haji dari Saudi sebanyak 10 ribu. Tetapi, tambahan tersebut baru bisa digunakan ketika musim haji sudah normal atau pandemi telah berakhir.

Muhyiddin menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Istana Al Yamamah di Riyadh, Saudi. Kepastian itu dia dapat setelah berbincang langsung dengan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohamed bin Salman.

" Ini kabar bagus. Satu-satunya hal yang kita kami harapkan yaitu kuota penuh (untuk jemaah haji Malaysia) akan dipenuhi oleh Arab Saudi, tidak hanya untuk Malaysia tapi juga negara-negara lain," kata Muhyiddin, dilaporkan New Straits Times.

Muhyiddin juga menjelaskan Saudi akan menggelar ibadah haji tahun ini dengan jumlah jemaah yang sedikit. Dia memahami jika tahun lalu Saudi hanya membolehkan jemaah dari dalam negeri melaksanakan haji, baik warga Saudi maupun ekspatriat.

" Ketika saya di Mekah dan Madinah, saya melihat begitu ketatnya otoritas dalam mengelola jemaah dengan tujuan menekan penyebaran virus, jadi saya mengerti begitu kondisi ini," kata dia.

Beri Komentar