Jumlah Orang Indonesia Sudah Divaksin Covid-19 Dosis I Setara 3 Kali Lipat Populasi Malaysia

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 1 Oktober 2021 07:01
Jumlah Orang Indonesia Sudah Divaksin Covid-19 Dosis I Setara 3 Kali Lipat Populasi Malaysia
Jumlah vaksinasi Covid-19 dosis pertama yang diberikan sudah mendekati 90 juta.

Dream - Capaian vaksinasi di Indonesia terus menanjak naik dengan angka sudah mendekati angka 90 juta jiwa. Bahka jumlah warga Indonesia yang divaksin sudah melebih jumlah penduduk Vietnam dan Malaysia. 

" Angka ini sama dengan kita hampir memvaksinasi seluruh populasi Vietnam, hampir tiga kali populasi Malaysia," ujar Juru Bicara Vaksinasi Pemerintah, Reisa Broto Asmoro, disiarkan Sekretariat Presiden.

Reisa mengatakan capaian ini tidaklah kecil. Ini bisa tercapai berkat keterlibatan 100 ribu vaksinator dan ratusan ribu relawan.

Sementara vaksinasi dosis kedua sudah melampaui 50 juta. Angka ini setara dengan total penduduk Singapura.

" Jumlah ini setara dengan menvaksinasi seluruh populasoi Singapura dengan 10 kali putaran yang dilakukan hanya dalam 9 bulan," kata dia.

 

1 dari 3 halaman

Vaksinasi Terus Digenjot

Meski demikian, Reisa mengatakan vaksinasi terus digenjot. Ini mengingat masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

" Kita pastikan vaksinasi itu merata dan setara, untuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak kita tercinta," kata dia.

Prinsip tersebut juga berlaku untuk warga negara asing. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4638/2021, selain diplomat dan pemegang izin tinggal sementara maupun tetap, WNA berstatus pengungsi berhak mendapatkan vaksinasi dengan skema Gotong Royong.

" Langkah ini menunjukkan Indonesia mendukung National Unity and Global Solidarity sebagai kunci mengatasi pandemi," ucap dia.

2 dari 3 halaman

Gelombang ke Tiga Covid-19 Berpotensi Terjadi Januari-Febuari 2022

Dream - Momen akhir tahun segera tiba. Biasanya, momen ini disambut dengan pergerakan masyarakat yang meningkat untuk merayakan momen tahun baru.

Virolog I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada. Sebab potensi terjadinya kembali lonjakan Covid-19 masih cukup besar jika berkaca pada akhir tahun lalu.

" Saya bahkan bisa prediksi itu, kalau pola tahun lalu maka letupan kembali saya prediksi bulan Januari-Februari 2022," ujar Mahardika, dalam diskusi disiarkan BNPB.

Mahardika mengatakan potensi lonjakan Covid-19 kembali selalu ada meski jumlah kasus positif harian menurun. Tidak hanya di luar negeri, lonjakan juga bisa kembali dialami Indonesia.

" Kalau dari kasus (melonjak) iya, pasti. Kalau case itu pasti tetapi mudah-mudahan tidak ada gelombang ketiga lagi untuk jumlah orang yang masuk rumah sakit sehingga rumah sakit kewalahan," kata dia.

3 dari 3 halaman

Gencarkan Vaksinasi Jadi Kunci

Agar potensi ini tidak terjadi, vaksinasi menjadi salah satu upaya untuk menekan terjadinya lonjakan seperti tahun lalu. Sehingga beban rumah sakit tidak kembali berat.

" Karena kita sudah vaksinasi terutama untuk daerah-daerah yang vaksinasinya sudah mencapai 70 persen, di atas 70 persen, mestinya jumlah tekanan pada resisten rumah sakit tidak akan sebesar tahun ini," kata dia.

Dengan mempertimbangkan hal itu, Mahardika meminta Pemerintah untuk semakin meningkatkan capaian vaksinasi. Sehingga target 100 persen vaksinasi di Indonesia dapat segera tercapai.

" Kalau sekarang 1,5 juta per hari mungkin kalau bisa 2-4 juta per hari," kata dia.

Mahardika juga meminta masyarakat untuk segera mengakses vaksin. Begitu undangan vaksinasi didapat, sebisa mungkin masyarakat mendatangi pusat layanan untuk mendapatkan vaksin.

" Masyarakat yang belum divaksin segera, kalau sudah ada panggilan untuk vaksinasi, please silakan, mohon silakan vaksinasi," terang dia.

Beri Komentar