Virus 'Mimisan' Sedang Menyebar: 120 Orang Terjangkit, 18 Meninggal Dunia

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 2 Juni 2022 18:00
Virus 'Mimisan' Sedang Menyebar: 120 Orang Terjangkit, 18 Meninggal Dunia
Penyakit ini menyebabkan pendarahan internal dan eksternal yang cepat dan parah, termasuk melalui hidung.

Dream - Pandemi Covid-19 belum kelar, namun kini sudah muncul kabar mengkhawatirkan soal infeksi virus yang bisa menyebabkan mimisan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan sudah memberi peringatan peningkatan infeksi virus 'mimisan' yang disebarkan oleh kutu tersebut.

Secara resmi disebut demam berdarah Crimean-Congo, penyakit ini menyebabkan pendarahan internal dan eksternal yang cepat dan parah, termasuk melalui hidung.

Penyakit ini telah terdeteksi pada 120 orang di Irak sejak Januari dan sejauh ini menyebabkan setidaknya 18 orang meninggal dunia. Pejabat WHO khawatir penyakit tersebut menyebar pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

1 dari 2 halaman

Virus ini terdapat pada kutu dan orang menular melalui kontak dengan seseorang yang terinfeksi darah hewan, yang biasanya bekerja dengan ternak atau di rumah pemotongan hewan.

Menurut WHO, gejala utamanya adalah pendarahan hebat, demam, nyeri tubuh, pusing, sakit leher, sakit kepala, dan sakit mata. Selain itu, orang yang terinfeksi juga terdeteksi mengalami sakit tenggorokan, diare, mual, dan muntah.

Presiden Irak, Mustafa al-Kadimi, telah mengalokasikan satu miliar dolar untuk menyemprot peternakan dengan pestisida untuk membunuh kutu yang menjadi biang kerok virus tersebut.

Selain itu, klinih hewan juga disemprot dengan pestisida. Masyarakat didesak untuk membeli daging hanya dari pemasok berlisensi.

2 dari 2 halaman

Menurut perwakilan WHO di Irak, Ahmed Zouiten, peningkatan kasus infeksi tersebut dapat disebabkan oleh kegagalan negara itu untuk melakukan kampanye penyemprotan pestisida pada tahun 2020 dan 2021 karena Covid.

" Kami belum mencapai tahap epidemi, tetapi infeksi lebih tinggi dari tahun lalu," kata Ahmed Zouiten awal bulan ini.

" Prosedur yang diadopsi oleh otoritas yang berbeda tidak selaras, terutama berkaitan dengan penyembelihan yang tidak diatur," tambah dia. (metro.co.uk)

Beri Komentar