Advertisement
Dokter berusia 86 tahun seharusnya menikmati masa pensiun. Namun dia tinggalkan masa tua karena prihatin dengan korban virus corona.
Sekarang dokter tersebut tertular virus corona.
Hampir batal mendaki saat lihat anak muntah.
Dia melakukan perjalanan keliling dunia secara mandiri.
Salut dengan kepedulian perawat ini. Dia membatalkan liburan demi membantu korban virus corona.
Kematiannya dianggap sebagai pahlawan.
Tidak ada kata libur di saat genting seperti ini.
"Mereka berjuang keras untuk kita! Mereka melawan virus, salut!"
Melahirkan anak dalam kondisi cacat bukan sebuah aib atau kutukan.
Menyedihkan lagi, istri mendaftar jadi relawan ke Wuhan tanpa sepengetahuan sang suami.
Musola yang Dewi bangun didedikasikan untuk sang ayah, Muhammad Adil.
Dia tak bisa bergerak, bahkan untuk menyisir rambutnya sekalipun.
Ada cerita pilu yang dialami sang kakek.
Kakek tersebut ingin pergi ke kantor zakat.
Handphoe sopir itu rusak sehingga tak bisa ambil penumpang lewat aplikasi.
Namun banyak juga yang menanyakan keabsahan sholat sambil gendong anak.
Rupanya dia berpikir dihukum dengan dipukul pakai rotan adalah satu-satunya cara jadi orang baik.
Dapat hidayah melalui seorang teman yang memperdengarkan Surat Maryam
Kondisi keuangan membuatnya tak bisa banyak berbuat.
Nila berasal dari keluarga sederhana namun punya tekad kuat menjadi dokter.
Ingin Rutin Ikut Turnamen Padel Jakarta Tapi Masih Main Sendiri? Prio Padel Club Bisa Jadi Jawabannya
Upgrade Gaya Hidup Digitalmu dengan eSIM XL PRIORITAS, Pilihan Premium Masa Kini
Ibadah Lancar, Komunikasi Aman: Tips Itinerary Umroh & Internet Hemat
Liburan Akhir Tahun Keliling Dunia Tanpa Ribet? Nikmati Internet Unlimited Luar Negeri dengan XL PRIORITAS
Bencana di Sumatera Sebabkan Krisis Air Bersih bagi Warga Terdampak
REDMI Note 15 Series Segera Hadir di Indonesia, Siap Jadi Smartphone All-rounder Andalan Gen Z
Mengenal Lebih Dekat Juara Dream Inspiring Women 2023